Kiat Mengatur Ulang Keuangan di 2020

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai resolusi muncul di tahun baru. Ada yang ingin mengubah kondisi keuangan dari konsumtif menjadi pengeluaran yang lebih tertata agar menjadi lebih bahagia pada hari tua.

    Keinginan dari dalam diri untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik menjadi modal awal perbaikan manajemen keuangan. Dibutuhkan kedisiplinan dalam memanajemen keuangan, dimulai dari menabungsecara rutin. Menabung adalah tahapan sebelum memulai investasi.
    Perencana keuangan Oneshildt, Budi Raharjo, menuturkan saat memulai investasi, maka masing-masing orang harus memperkuat fondasi keuangan, yakni memiliki dana sebesar 3 bulan pengeluaran dalam tabungan. Dana tersebut juga bisa berperan sebagai dana darurat.

    “Paling tidak, tiap-tiap orang yang belum berkeluarga harus mampu menyimpan sebesar 30 persen dari penghasilan, lalu 60 persen dari gaji digunakan untuk kebutuhan konsumsi, dan sekitar 8-10 persen untuk biaya rekreasi,” ungkapnya.

    Pembagian pos-pos keuangan tersebut telah memperhitungkan bahwa orang tersebut telah memiliki asuransi kesehatan. Budi mengungkapkan banyak juga orang yang menabung setelah menghabiskan sebagian gaji untuk biaya konsumsi dan rekreasi, atau menabung dari sisa gaji. Padahal, kondisi tersebut merupakan trik yang salah.

    Adapun trik yang paling tepat dalam menabung atau investasi adalah menyisihkan dana yang diterima saat hari pertama gajian, bukan menggunakan sisa gaji untuk menabung. Bila mengalami kesulitan untuk menabung, maka bisa menggunakan fasilitas autodebet
    dari perbankan. Dana sebesar 30 persen dari gaji bisa dipindahkan dengan skema autodebet dan ini sangat memudahkan seseorang dalam menabung atau berinvestasi.

    "Kalau Anda merupakan orang yang terbiasa menghabiskan gaji untuk kebutuhan konsumsi, maka mulailah menata ulang pos-pos keuangan dan ciptakan yang baru dengan skema tersebut," ungkapnya.

    Tak perlu disesali sikap konsumtif yang dilakukan pada tahun sebelumnya sebab pada tahun ini perbaikan perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan komitmen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.