Syahnaz Sadiqah Jadi Orang Tua, Ini Mitos Fakta Anak Kembar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahnaz Sadiqah memberi nama anak kembarnya dengan nama Zayn Sadavir Ezhilan Ismail (anak ganteng yang pemberani tapi rendah hati dan penyayang kaum lemah) dan Zunaira Alessia Safaraz Ismail (bunga dari surga yang selalu terjaga kehormatannya). Foto/instagram/amy_r_qanita

    Syahnaz Sadiqah memberi nama anak kembarnya dengan nama Zayn Sadavir Ezhilan Ismail (anak ganteng yang pemberani tapi rendah hati dan penyayang kaum lemah) dan Zunaira Alessia Safaraz Ismail (bunga dari surga yang selalu terjaga kehormatannya). Foto/instagram/amy_r_qanita

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Syahnaz Sadiqah dan Ritchie Ismail alias Jeje menjadi orang tua baru. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram @syahnazs, terlihat kedua anak kembar dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan berbaring di kasur.

    Adapun nama kedua bayi yang lahir pada Kamis, 3 Januari 2020 itu yakni Zayn Sadavir Ezhilan Ismail dan Zunaira Alessia Safaraz Ismail. Terlepas kabar membahagiakan ini, ada banyak mitos mengenai bayi kembar yang tidak sepenuhnya benar.

    Mengetahui perbedaan mitos dan fakta mengenai bayi kembar dapat membantu orang tua, orang kembar, dan guru untuk mengetahui aspek-aspek penting mengenai kehidupan mereka. Melansir dari situs Elsevier SciTech Connect, seorang Profesor Psikologi di CSU Fullerton dan Direktur Pusat Studi Kembar, Nancy L. Segal pun menjabarkan tiga mitos dan fakta di antaranya.

    Mitos pertama: Kembar selalu lahir di hari, bulan, dan tahun yang sama
    Orang kembar bisa lahir di hari, bulan, dan tahun yang berbeda, tergantung dari jam kelahiran. Contohnya, bila bayi pertama lahir sebelum tengah malam tanggal 31 Desember, bayi kedua bisa lahir setelah tengah malam tanggal 1 Januari di tahun berikutnya.

    Mitos kedua: Kembar identik punya sidik jari yang sama
    Kembar identik tidak memiliki sidik jari yang identik. Sidik jari mulai berkembang antara minggu ke-10 dan ke-25, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu, posisi intrauterin, dan kepadatan cairan ketuban di dekat jari.

    Mitos ketiga: Kembar identik bisa berkomunikasi menggunakan ESP (Extra sensory perception)
    ESP adalah kemampuan persepsual yang tidak melibatkan kelima indera manusia, seperti penglihatan, penciuman, peraba, pendengaran, dan perasa. Namun, tidak ada penemuan yang bisa membuktikan bahwa kembar identik bisa berkomunikasi tanpa menggunakan kelima indera, seperti membaca pikiran satu sama lain. Anak kembar identik memang memiliki kedekatan yang sering kali melebihi orang lain, namun bukan berarti mereka bisa membaca pikiran satu sama lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.