Awas Penyakit Menular Pasca Banjir, Jaga Kebersihan Lalu...

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga keluar dari Kampung Muhara yang terisolir akibat jembatan putus, di Kecamatan Lebak Gedong, Banten, 5 Januari 2020. Sebanyak 200 Kepala Keluarga yang mengungsi di Desa Ciladaheun belum mendapatkan bantuan karena akses jalan dan jembatan rusak. ANTARA

    Warga keluar dari Kampung Muhara yang terisolir akibat jembatan putus, di Kecamatan Lebak Gedong, Banten, 5 Januari 2020. Sebanyak 200 Kepala Keluarga yang mengungsi di Desa Ciladaheun belum mendapatkan bantuan karena akses jalan dan jembatan rusak. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Walaupun banjir telah surut dan curah hujan sudah tidak setinggi pada saat awal tahun baru 2020, kita harus tetap waspada terhadap potensi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kewaspadaan harus dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari keamanan rumah, aset, dan yang lebih penting lagi adalah kesehatan keluarga di rumah. Kepala IGD RS Awal Bros Bekasi Barat Vian Setyawan, memberikan informasi terkait dengan potensi penyakit yang dapat timbul pada musim hujan dan banjir dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 5 Januari 2020.

    Banjir dapat dipastikan menyebabkan higienitas lingkungan menjadi buruk. Lingkungan yang banyak genangan air juga menjadi lahan yang baik sebagai perkembangbiakan nyamuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan potensi muntaber, leptospirosis, demam dengue, infeksi saluran pernapasan, dan eczema kulit.

    Perlu diperhatikan bahwa penyakit tersebut dapat saling menular. Infeksi pencernaan seperti muntaber atau typhoid dapat muncul dari konsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Infeksi pernapasan dapat menular dari batuk atau pilek melalui udara. Infeksi dengue dapat menular karena virus dengue dengan mudah tersebar akibat banyaknya nyamuk sebagai sarana pembawa virus tersebut.

    Kondisi tersebut jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai dampak kesehatan yang buruk seperti muntaber dapat menyebabkan dehidrasi berat, dengue dapat menyebabkan perdarahan organ dalam, leptospirosis menyebabkan infeksi otak, dan infeksi saluran napas dapat menyebabkan sesak napas berat. Kondisi terminal tersebut dapat menyebabkan kematian.

    Untuk mencegah penyakit tersebut, melakukan pemeliharaan rutin pada sistem sanitasi wajib dilakukan tanpa menunggu musim hujan tiba. Jika sampai musim hujan tiba, apalagi jika banjir melanda, risiko terkena penyakit-penyakit di atas akan jauh lebih tinggi.

    Banjir merupakan suatu bencana alam. Perlu ketanggapan dan kerja sama berbagai pihak dalam mengantisipasi banjir. Sebaiknya masyarakat mengetahui tempat pengungsian yang mudah dicapai dan aman dari bencana, baik untuk pengungsi maupun tenaga bantuan. Biasakan untuk menyediakan persediaan papan sandang pangan yang layak dan mengetahui posko medis untuk penanganan pertama serta transportasi untuk penanganan medis lanjut.

    Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan pasca bencana banjir melanda:

    1. Menjaga kebersihan. Segera bersihkan dan keringkan rumah untuk mencegah pertumbuhan jamur serta bersihkan barang-barang yang sempat terendam. Jangan lupa bersihkan barang-barang dengan campuran yang mengandung anti-bakteri. Tutupi wadah air dan keringkan genangan untuk mencegah perkembangan nyamuk.

    2. Menjaga kesehatan. Obati luka-luka yang terbuka dengan antiseptik dan tutup luka tersebut agar cepat mengering. Perhatikan higienitas dan batas kadaluarsa makanan atau minuman. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

    3. Menjaga keselamatan. Pastikan barang-barang yang menggunakan listrik dalam kondisi layak digunakan sebelum menyalakan aliran listrik rumah untuk mencegah tersetrum atau kebakaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.