Tahun Baru 2020, Ini Resolusi Kesehatan Ibnu Jamil

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibnu Jamil saat ditemui usai acara Sun Life Resolution Run 2020 di Jakarta. 7 Januari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Ibnu Jamil saat ditemui usai acara Sun Life Resolution Run 2020 di Jakarta. 7 Januari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun baru tak lepas dari berbagai resolusi. Tak terkecuali bagi aktor dan presenter Ibnu Jamil. Ia mengaku telah memiliki beberapa target yang ingin dicapai pada tahun baru 2020 ini.

    Hal pertama yang ingin dilakukan Ibnu Jamil adalah diet. Ia mengatakan berat badannya kini telah bertambah dan kurang ideal.

    “Diet dulu deh sekarang. Mau mengembalikan postur tubuh ke yang normal,” katanya saat ditemui usai acara Sun Life Resolution Run 2020 di Jakarta pada Selasa, 7 Januari 2020.

    Selanjutnya, Ibnu Jamil juga ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai lomba maraton. Salah satunya , Maratonm Kyoto di Jepang.

    “Awal tahun ini ada di Vietnam, juga persiapan untuk itu. Kalau untuk akhir atau pertengahan tahun masih perencanaan,” ungkapnya.

    Keinginan naik gunung juga masuk ke dalam resolusi tahun 2020. Pria berusia 37 tahun ini mengatakan tahun lalu ia sempat menaiki Gunung Dieng dan Rinjani.

    “Tahun ini mau naik gunung lain, mungkin Semeru. Karena seru bisa sekalian latihan lari dan meditasi. Kalau di Jakarta kan sulit dengan keramaian dan suara-suara ibukota,” jelasnya.

    Resolusi kesehatan terakhir yang ingin dicapai mantan suami Ade Maya ini adalah triatlon. Triatlon merupakan gabungan dari tiga cabang olahraga, yakni renang, sepeda, dan lari.

    “Sekarang masih latihan untuk ini. Semoga bisa segera terealisasi karena dapat semua medan, baik di laut, darat, sepeda,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.