Viral Jas Hujan Jokowi, Rp 10 Ribu. Desainer Sebut Plus Minusnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Sukajaya, Bogor. twitter.com/setkabgoid

    Presiden Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Sukajaya, Bogor. twitter.com/setkabgoid

    TEMPO.CO, Jakarta - Viral jas hujan plastik warna hijau yang dikenakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengunjungi korban tanah longsor di Sukajaya, Bogor pada Selasa, 7 Januari 2020. Padahal, jas hujan macam itu sudah dikenal masyarakat Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

    Perancang busana Lisa Fitria berpendapat kebanyakan generasi milenial menggunakan jas bahan ini, salah satunya karena lebih praktis.

    "Sekali pakai karena orang malas menjemurnya, kalau enggak kering nanti bau enggak enak. Biar enggak ribet pakai yang sekali pakai. Anak-anak muda biasanya pakai yang sekali pakai, biar tidak ribet," katanya.

    Bahan baku yang digunakan mirip seperti kantong plastik yang biasa digunakan orang-orang dan umumnya untuk sekali pakai saat hujan tak begitu deras. Namun, sebagian orang juga bisa menggunakannya berkali-kali. Cukup dikeringkan, lipat lalu masukkan ke dalam tas untuk digunakan kembali.

    Jas hujan ini kerap digunakan para pengendara motor dan penumpangnya, berukuran sekitar 90 sentimeter atau selutut orang dewasa. Bak jas hujan pada umumnya, ada penutup bagian kepala dengan fungsi ganda, yakni menghindari kepala terkena air hujan dan pelindung dari helm motor yang basah.

    Beberapa jas juga dilengkapi tali pengencang di bagian kepala, menambah kesan sedikit gaya. Sebagian orang menggunakan jas plastik ini untuk kegiatan di luar ruang, saat hujan rintik-rintik, seperti yang dilakukan Jokowi.

    Para pedagang di pinggir jalan biasanya menjual jas plastik ini Rp 10 ribu, tetapi terkadang ada diskon khusus kalau membeli lebih dari satu buah. Di beberapa toko daring, jas hujan plastik ini dibanderol lebih murah, antara Rp 3.200-5.900 per satuannya, tapi biasanya lebih tipis dan benar-benar hanya untuk sekali pakai.

    Ada tiga varian warna yang bisa dipilih, yakni merah, hijau, dan biru. Di toko online, warna yang dihadirkan lebih beragam, ada warna kuning menyala.

    Namun, jas plastik ini punya kekurangan. Selain tingkat penutuan yang kurang karena bagian bawah tubuh hingga kaki tak tertutupi, jas ini cenderung tak ramah lingkungan karena sulit terurai di tanah akibat rantai karbon yang panjang. Lalu, karena kebanyakan digunakan, sekali saja cenderung menambah tumpukan sampah.

    Lisa berpendapat, sebaiknya orang-orang memilih bahan jas hujan berbahan baku lebih ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang kali.

    "Tidak mengacu pada sustainable karena plastik susah diurai. Saya prefer menggunakan bahan yang bisa dipakai berulang-ulang, ramah lingkungan," kata Lisa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!