Justin Bieber Menderita Penyakit Lyme, Penyakit Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Justin Bieber saat hadir di Metropolitan Museum of Art di New York, AS, 4 Mei 2015. Justin juga menyumbangkan sedikit uangnya kepada para korban badai tropis Harvey sebesar 25 ribu dollar AS  atau Rp325 juta rupiah. (Dimitrios Kambouris/Getty Images)

    Penyanyi Justin Bieber saat hadir di Metropolitan Museum of Art di New York, AS, 4 Mei 2015. Justin juga menyumbangkan sedikit uangnya kepada para korban badai tropis Harvey sebesar 25 ribu dollar AS atau Rp325 juta rupiah. (Dimitrios Kambouris/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Justin Bieber mengakui terkena penyakit lyme serta mono kronis dan menghabiskan sebagian besar waktu pada tahun 2019 menghadapi kedua masalah kesehatan itu. "Aku belum lama ini didiagnosa dengan penyakit lyme. Bukan hanya itu, tapi juga kasus serius mono kronis yang menganggu kulit, fungsi otak, energi dan kesehatanku secara keseluruhan," tulis dia dalam laman Instagramnya.

    Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) adalah penyakit lyme paling sering terjadi di Amerika Serikat dan disebabkan bakteri Borrelia burgdorferi yang ditransmisikan ke manusia melalui gigitan kutu blacklegged yang terinfeksi.

    Gejala awalnya, demam, sakit kepala, kelelahan — sebagian besar seperti flu, dan ini yang membuat penyakit lyme sulit dideteksi dan didiagnosis.

    Ruam kulit khas yang disebut erythema migrans, terlihat mirip dengan mata banteng merah, juga dapat muncul — tetapi ini hanya terjadi pada sekitar 70-80 persen penderita.

    Jika gejala-gejala awal terlambat dideteksi, Lyme dapat menyebar ke seluruh tubuh, termasuk persendian, jantung dan sistem saraf lalu menghasilkan gejala yang lebih serius seperti kelumpuhan wajah dan radang sendi.

    Jika terdeteksi dini, sebagian besar kasus penyakit lyme dapat diobati selama beberapa minggu pemberian antibiotik.

    Namun, individu dengan stadium lanjut, mungkin memerlukan perawatan intravena dengan antibiotik.

    Walau bisa pulih setelah perawatan (khususnya jika terdeteksi dini), pada sebagian kecil kasus, gejala kelelahan dan nyeri otot bisa bertahan selama lebih dari enam bulan. Kondisi ini disebut Post-Treatment Lyme Disease Syndrome (PTLDS), yang juga dikenal sebagai penyakit lyme kronis.

    Cara terbaik untuk mencegah penyakit lyme, adalah melindungi diri Anda dari gigitan kutu. Selalu gunakan produk penolak serangga saat berada di luar rumah terutama di daerah yang terinfestasi kutu. Selain itu, tidak ada kutu di tubuh Anda. Jika Anda merasa properti Anda rentan terhadap kutu, menggunakan pestisida untuk mengendalikan populasi kutu bisa menjadi solusi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.