Justin Bieber Alami Penyakit Lyme Karena Kutu, Ini Terapinya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hailey dan Justin diketahui pernah menjalin hubungan cinta pada Januari 2016 lalu. Namun, hubungan tersebut berakhir secara misterius pada Agustus 2016 ketika Justin terlihat bersama dengan Sofia Richie. MEGA

    Hailey dan Justin diketahui pernah menjalin hubungan cinta pada Januari 2016 lalu. Namun, hubungan tersebut berakhir secara misterius pada Agustus 2016 ketika Justin terlihat bersama dengan Sofia Richie. MEGA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Justin Bieber mengaku didiagnosis menderita penyakit Lyme (Lyme disease) setelah merasa terganggu dengan berbagai tuduhan dari orang-orang mengenai penampilannya saat ini. Bukan hanya itu, Justin Bieber juga mengaku menderita mononukleosis ‘mono’ kronis serius yang memengaruhi kulit, fungsi otak, maupun kesehatannya secara menyeluruh. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan penyakit Lyme yang diderita pelantun lagu ‘love yourself’ ini?

    Menurut Medical Editor dari SehatQ, Reni Utari, penyakit Lyme adalah penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu berkaki hitam yang terinfeksi oleh bakteri Borrelia burgdoferi. Bakteri ini didapat setelah kutu menggigit tikus atau rusa yang terinfeksi.

    Selanjutnya, saat kutu tersebut menggigit kulit manusia, bakteri ini ditularkan. Bakteri pun akan memasuki kulit dan akhirnya masuk ke aliran darah. Untuk menularkan bakteri, seekor kutu membutuhkan waktu 24-48 jam berada pada kulit Anda.

    Dalam beberapa hari gigitan, bakteri dapat pindah ke sistem saraf pusat, otot, persendian, mata, dan jantung. Perkembangan penyakit ini bisa bervariasi, tergantung pada individu masing-masing. Reni menambahkan bahwa memang terdapat laporan yang menunjukkan jika penyakit ini pernah terjadi di Indonesia. Namun, hal ini jarang terjadi.

    Serangkaian pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit Lyme. Ketika dokter telah mendiagnosis Anda mengalami penyakit ini, maka akan segera dilakukan penanganan.

    “Biasanya untuk tahap awal penyakit Lyme dapat diobati dengan pemberian antibiotik oral, seperti doksisiklin, amoksisilin, dan cefuroxime. Namun dalam beberapa kasus, ada pula antibiotik yang diberikan melalui suntikan,” ujar Reni pada 9 Januari 2020.

    Antibiotik melalui suntikan dilakukan jika bakteri telah menyebar ke sistem saraf pusat sehingga memungkinkannya untuk langsung masuk ke aliran darah. Dokter juga mungkin akan menyarankan terapi fisik, mengonsumsi obat antidepresan, perubahan pola makan, atau melakukan peregangan seperti yoga untuk meringankan beberapa gejala yang Anda rasakan.

    Sementara itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui cara terbaik dalam mengobati penyakit Lyme kronis. Oleh sebab itu, semakin dini penyakit Lyme ditemukan, maka akan semakin baik tingkat kesembuhannya. Kebanyakan penderita penyakit Lyme yang mendapat perawatan dengan segera pun bisa membaik lebih cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.