Banyak Pengusaha Baru, Yuk Ajarkan Ilmu Marketing Sejak Dini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bisnis fashion (pixabay.com)

    ilustrasi bisnis fashion (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmu marketing atau pemasaran, umumnya akan ditemui di bangku kuliah oleh para pengambil kelas jurusan bisnis. Namun di era globalisasi ini, mempelajari ilmu tersebut rupanya harus diterapkan sedini mungkin. Mengapa?

    Ahli Marketing Alexander Zulkarnain menjelaskan dua alasan utamanya. Pertama, ia mengatakan bahwa generasi Z alias mereka yang berada di rentang usia 7 - 22 tahun saat ini dikategorikan sebagai the most entrepreneurs generations.

    Dengan kata lain, akan tumbuh banyak pebisnis baru yang pastinya tidak bisa berdiri sendiri tanpa pengetahuan akan pemasaran. “Kalau seseorang membuka bisnis tanpa strategi pemasaran, dijamin akan bangkrut. Karena dengan pemasaran yang benar, promosi akan sampai ke konsumen,” katanya dalam acara Hilo Marketing Academy di Jakarta pada Kamis, 9 Januari 2020.

    Alexander juga menegaskan dengan perkembangan zaman yang dibantu dengan akses teknologi, perilaku konsumen berubah. Dulu, orang mungkin selalu membeli barang dengan pertimbangan harga dan rasa. Namun di era sekarang ini, ia mengatakan bahwa masyarakat lebih mementingkan social good cost.

    Itu berarti, perilaku konsumen lebih mengacu pada apa yang bisa mereka kontribusikan dari membeli suatu produk atau jasa. “Dengan perubahan perilaku konsumen, ilmu marketing pun menjadi penting karena ini bertugas untuk menganalisa sehingga usaha yang dijalankan tetap berpotensi tertinggi untuk diminati,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.