Ciri Target Pelecehan Seksual dan Cara Menghindarinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan seksual. Doc. Marisa Kuhlewein (QUT) and Rachel Octaviani (UPH)

    Ilustrasi kekerasan seksual. Doc. Marisa Kuhlewein (QUT) and Rachel Octaviani (UPH)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang memang memiliki potensi untuk menjadi target kejahatan. Namun secara lebih spesifik tentang pelecehan seksual, rupanya ada ciri-ciri tertentu dari target para pelaku.

    Tentu penting untuk mengenal apa saja yang diincar dan dilihat oleh penjahat seksual itu. Spesialis penyakit jiwa Gina Anindyajati pun membagikan beberapa di antaranya beserta dengan cara menghindari.

    Pertama, Gina mengatakan orang yang ditargetkan sebagai calon tindak pelecehan seksual ialah orang yang sulit berkata tidak.

    “Kalau mereka selalu menurut, diminta apa saja jawabnya iya, itu akan sangat mudah untuk dijadikan korban,” katanya dalam acara Info Sehat FKUI di Jakarta pada Jumat, 10 Januari 2020.

    Oleh karena itu, Gina pun mengimbau agar orang tua sejak dini mengajarkan anak-anaknya cara menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan norma.

    “Ajari untuk berani, khususnya berani bilang tidak untuk kondisi apa pun yang salah. Semakin besar, jangan tidak enak sehingga ikut saja tapi berikan penolakan kalau memang tidak mau,” jelasnya.

    Kedua, ciri target dari pelaku pelecehan seksual lain adalah yang terlihat lemah. Tak melulu anak-anak atau wanita yang dianggap tidak bisa melawan, pria juga.

    “Misalnya laki-laki dalam keadaan mabuk, otomatis dia tergolong sebagai wadah yang lemah dan berpotensi menjadi target kejahatan seksual,” ujarnya.

    Untuk itu, Gina menyarankan agar siapa pun berhati-hati. Khususnya bagi para wanita, sebaiknya tidak pergi di malam hari atau kemana pun tanpa didampingi orang lain.

    “Pria juga harus memiliki kesadaran yang tinggi. Kalau mau minum, setidaknya dikontrol dan tahu berada di lingkungan yang seperti apa,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.