Gejala Kelelahan Kronis, Sakit Sendi yang Tak Bisa Dijelaskan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita kelelahan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita kelelahan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda masih lelah walau sudah beristirahat cukup? Bisa jadi ini pertanda Anda mengalami sindrom kelelahan kronis. Dokter spesialis penyakit dalam dari rumah sakit St. Carolus, Jakarta Laurentius Aswin Pramono mengatakan mereka yang mengalami sindrom kelelahan umumnya tak akan pulih tenaganya walau sudah beristirahat. "Harus healing secara fisik dan mental. Lakukan hal-hal yang menyenangkan, liburan itu kebutuhan setiap individu menurut saya," kata dia di Jakarta, Senin 13 Januari 2020.

    Laman Mayo Clinic menyebut, selain lelah yang berlangsung lebih dari 24 jam (terutama usai latihan fisik), penderita juga bisa kehilangan konsentrasi, sakit tenggorokan, mengalami pembesaran kelenjar getah bening di leher atau ketiak. Gejala lainnya, nyeri otot atau persendian yang tidak bisa dijelaskan, sakit kepala dan tidur tak nyenyak.

    Penyebab sindrom kelelahan kronis belum diketahui, meskipun ada banyak teori - mulai dari infeksi virus hingga tekanan psikologis. Masalah sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi pemicu. Sistem kekebalan tubuh orang yang mengalami sindrom kelelahan kronis tampaknya sedikit terganggu, tetapi tidak jelas apakah gangguan ini cukup untuk benar-benar menyebabkan gangguan tersebut.

    Hal lainnya, ketidakseimbangan hormon. Orang yang memiliki sindrom kelelahan kronis juga kadang-kadang mengalami kadar hormon abnormal dalam darah yang diproduksi di hipotalamus, kelenjar hipofisis, atau kelenjar adrenal, tetapi signifikansi kelainan ini masih belum diketahui.

    Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko sindrom kelelahan kronis antara lain usia, jenis kelamin dan stres.

    Sindrom kelelahan kronis dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering menyerang orang berusia 40 -50 tahun-an dan kebanyakan dialami wanita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.