Kasus MeMiles, Beda Investasi Zaman Dulu dan Sekarang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penindakan Investasi Bodong Butuh Peraturan Presiden

    Penindakan Investasi Bodong Butuh Peraturan Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Investasi bodong MeMiles sedang marak diperbincangkan publik. Pasalnya, mereka telah berhasil meraup keuntungan sebesar 750 miliar rupiah dan melibatkan ratusan ribu anggota.

    Dengan perkembangan zaman, investasi seperti ini memang sangat banyak. Berbeda dari zaman dahulu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Mauldy Rauf Makmur, mengatakan bahwa investasi selalu mengacu pada sektor real. Sektor real berarti investasi dengan wujud barang yang nyata.

    “Dulu zaman ayah saya, investasi pasti tanah dan emas. Ibu saya emas. Zaman dulu ini sangat populer dan risiko tertipunya lebih rendah karena barangnya nyata,” katanya saat dihubungi pada Kamis, 16 Januari 2020.

    Namun, seiring dengan berjalannya waktu, instrumen dari investasi semakin berkembang. Adapun yang disebut dengan sektor finansial terdiri dari pasar uang dan pasar modal.

    “Kalau ini tidak kasat mata. Bentuknya bisa saham, reksa dana, deposito dan sebagainya,” ujarnya.

    Menurut Mauldy, sektor finansial sebenarnya juga tetap menguntungkan layaknya sektor real. Ini juga lebih mudah didapat karena dengan uang jumlah kecil pun bisa investasi.

    “Tapi perlu diperhatikan agar tidak mudah tergiur dengan embel-embel keuntungan besar seperti kasus sekarang ini,” harapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.