Tips Pangkas Anggaran Pernikahan agar Mewah tapi Murah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dibutuhkan banyak persiapan untuk mewujudkan pernikahan idaman. Selain fisik dan tenaga, tentunya juga biaya. Sayangnya, tidak sedikit orang yang terpaksa harus memendam konsep pernikahan lantaran keuangan yang tak memadai.

    Sebagai solusi agar pernikahan tetap sesuai target dan tak menguras kantong, Chief Operating Officer Weddingku, Reza Paramita, membagikan tips. Pertama, ia mengimbau agar setiap pasangan yang akan menikah menyewa jasa perencana pernikahan.

    Menurut Reza, perencana pernikahan dapat membantu menyalurkan anggaran sesuai keinginan.

    “Misalnya, kita mau suatu desain tapi harganya mahal. Biasanya wedding planner bisa mencarikan material yang mirip dengan grade A. Jadi, tetap seperti keinginan dengan harga murah,” katanya dalam acara bincang-bincang "Indonesia Dream Wedding Festival (IDWF)" di Jakarta pada Jumat, 17 Januari 2020.

    Memilih konsep pernikahan dalam ruang juga lebih disarankan Reza. Ia menjelaskan saat memilih pernikahan di luar ruangan, pasangan harus memiliki anggaran ekstra.

    “Karena kalau malam hari, kita pasti membutuhkan listrik yang banyak untuk menyalakan lampu. Belum lagi kalau hujan, ada antisipasi tenda. Saving-nya bisa sekitar 15-25 persen,” ungkapnya.

    Reza tak lupa mengimbau untuk mengambil paket makanan murah, enak, dan sesuai dengan lidah tamu undangan sebab terkadang banyak pasangan yang hanya memilih makanan berdasarkan tingkat kemewahan saja.

    “Makanan itu daya tarik. Lebih baik murah dan enak daripada mahal tapi tidak sesuai. Biasanya menu wajib itu bakso, daging sapi, ayam, ikan, sayur, dan nasi goreng. Itu saja cukup,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.