Bingung Cari Pinjaman Modal untuk Usaha, Coba 3 Pilihan Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era globalisasi, banyak orang mulai tertarik untuk menjalankan bisnis dan usaha. Hal ini pun sejalan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan pertumbuhan inklusif khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

    Sayangnya, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM untuk mengembangkan usaha, mulai daya saing yang masih lemah hingga terbatasnya akses pembiayaan. Meski demikian, bukan berarti masalah ini tidak bisa diatasi.

    Ada banyak pertimbangkan metode untuk mendapatkan pinjaman modal yang sesuai dengan jenis usaha. Berdasarkan keterangan pers yang diterima Tempo.co pada Sabtu, 18 Januari 2020, berikut beberapa sumber pendanaan yang bisa menjadi pilihan.

    Kredit Usaha Rakyat (KUR)
    Opsi pertama adalah program pembiayaan pemerintah untuk pebisnis yang membutuhkan bantuan modal usaha, yaitu program Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR bertujuan untuk membantu UMKM mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan, baik swasta maupun pemerintah.

    Syaratnya, mereka harus memiliki bisnis yang berkelanjutan tetapi belum bankable atau tidak dapat mengakses layanan perbankan. Jumlah pinjaman yang disalurkan oleh program ini bervariasi untuk setiap orang, tetapi dapat menampung hingga Rp 500 juta rupiah dengan tingkat bunga yang cenderung lebih rendah, sekitar 7 persen per tahun.

    Selain menyediakan pinjaman dengan bunga yang rendah, pemerintah juga menyediakan subsidi melalui program ini dengan kisaran antara 5,5-14 persen dari jumlah pinjaman yang diberikan, sudah termasuk biaya imbal jasa penjaminan dan penagihan. Dengan demikian, jenis program ini paling cocok untuk UMKM yang tengah mencari pinjaman dengan bunga terjangkau tetapi tidak memiliki jaminan yang cukup.

    Pinjaman dari bank
    Alternatif lain adalah mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan atau lembaga lain seperti layanan pinjaman multiguna atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). KTA dapat menjadi opsi yang tepat bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki jaminan bisnis tetapi dianggap memenuhi syarat oleh lembaga perbankan.

    Mengingat opsi ini memiliki risiko yang ringan bagi pihak peminjam, modal yang dapat ditawarkan oleh bank tidak bisa mencapai nominal yang kecil, yaitu kurang dari Rp 300 juta dengan tingkat bunga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, peminjam disarankan untuk mengambil jangka waktu peminjam yang lebih pendek.

    Mempertimbangkan kenyamanan dan kondisinya, opsi ini sangat cocok untuk calon pengusaha yang mencari jumlah pinjaman yang tidak besar dan cukup untuk menopang bisnis atau memulai proyek.

    Layanan pinjam meminjam (P2P lending)
    Teknologi memacu pertumbuhan lintas vertikal, termasuk di sektor teknologi keuangan. Solusi ketiga yang dapat dimanfaatkan oleh pebisnis adalah pinjaman peer-to-peer (P2P). Opsi ini bekerja dengan menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman melalui layanan online sehingga menghapus prosedur perbankan tradisional.

    Selain itu, lembaga tersebut juga mendorong perusahaan penyedia layanan P2P untuk mengucurkan setidaknya 20 persen dari dana ke sektor produktif. Mengingat jumlah pengeluaran per akun yang tinggi hingga mencapai Rp 2 miliar, layanan ini bisa menjadi opsi yang layak bagi mereka yang membutuhkan jumlah kredit tinggi tetapi dapat mengembalikannya dalam waktu singkat.

    Namun, pastikan untuk memilih program yang terpercaya dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keamanan program karena perusahaan penyedia layanan P2P memiliki tingkat bunga yang relatif lebih tinggi, mencapai nilai maksimum 0,8 persen per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.