Makna Fotografi bagi Tompi, Tak Hanya Hobi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tompi dan Desta memberikan keterangan dalam pemutaran perdana film Pretty Boys di XXI Epicentrum Cinema, Jakarta 16 September 2019. Film Pretty Boys menjadi debut Tompi sebagai sutradara. TEMPO/Nurdiansah

    Tompi dan Desta memberikan keterangan dalam pemutaran perdana film Pretty Boys di XXI Epicentrum Cinema, Jakarta 16 September 2019. Film Pretty Boys menjadi debut Tompi sebagai sutradara. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JakartaTompi memiliki hobi fotografi. Ia pun kerap membagi hasil jepretannya di akun Instagramnya. Bagi Tompi, fotografi bukan hanya sebagai sebuah hobi, namun juga sebagai bentuk terapi untuk melepas penat. "Motret buat saya adalah hiburan diri. Saya bisa released dari berbagai kepenatan di kesibukan lain ya lewat foto. Saya bisa menjadi diri sendiri ketika saya motret," kata Tompi di Jakarta, Sabtu 18 Januari 2020.

    Selain untuk melepas kepenatan, memotret ia anggap sebagai salah satu hobinya yang membuatnya "egois". Baginya, fotografi adalah wadah ekspresi yang mendorongnya untuk menjadi individu yang lebih kreatif. "Motret itu benar-benar ke-selfishan saya. Saya enggak suka diatur-atur ketika saya motret. If you trust me, just let me do it my way," kata personel Trio Lestari itu.

    "Saya tidak bekerja sebagai fotografer yang hanya memuaskan klien, tapi juga untuk memuaskan diri sendiri, makanya itu saya biasanya mengatur sendiri konsepnya," ujarnya melanjutkan.

    Hobi fotografinya itu kemudian menarik minat Tompi untuk terjun ke dunia audio-visual. Ia debut sebagai seorang sutradara lewat film "Pretty Boys" (2019) yang dibintangi duo Vincent-Desta.

    Bicara mengenai film, penyanyi multitalenta itu mengatakan juga tengah mempersiapkan proyek film lainnya. Namun, ia enggan berbicara lebih lanjut mengenai hal itu. "Sedang dipersiapkan (film barunya), sudah ada di tahapan praproduksi. Ditunggu saja ya," kata Tompi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.