Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Manfaat Kenari untuk Usus dan Jantung Sehat

Reporter

image-gnews
Kacang Kenari. Dok: StockXpert
Kacang Kenari. Dok: StockXpert
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kenari tidak hanya bisa dijadikan tambahan kue tetapi juga mengembangkan bakteri baik di usus. Sebuah penelitian menunjukkan bakteri baik ini dapat berkontribusi pada kesehatan jantung.

Dalam uji coba terkontrol secara acak, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi kenari setiap hari merupakan bagian dari diet sehat yang dikaitkan dengan peningkatan bakteri tertentu pembantu peningkatkan kesehatan. Selain itu, perubahan-perubahan dalam bakteri usus dikaitkan dengan perbaikan dalam beberapa faktor risiko penyakit jantung.

Kristina Petersen, asisten profesor peneliti di Penn State, Amerika Serikat, mengatakan studi tersebut menunjukkan ihwal kenari sebagai camilan sehat bagi jantung dan usus.

"Mengganti camilan biasa, terutama jika tidak sehat, dengan kenari adalah perubahan kecil yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola makan," kata Petersen, dilansir Science Daily.

"Bukti substansial menunjukkan bahwa perbaikan kecil dalam diet sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makan dua 2-3 ons kenari sehari sebagai bagian dari diet sehat bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi risiko penyakit jantung," lanjutnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kenari ketika dikombinasikan dengan diet rendah lemak jenuh mungkin memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Makan kenari setiap hari membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Menurut para peneliti, penelitian lain telah menemukan bahwa perubahan pada bakteri di saluran pencernaan, juga dikenal sebagai mikrobioma usus, dapat membantu menjelaskan manfaat kardiovaskular dari kenari.

"Ada banyak pekerjaan yang dilakukan pada kesehatan usus dan bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan," kata Penny Kris-Etherton, profesor nutrisi terkemuka di Penn State.

Jadi, selain melihat faktor-faktor seperti lipid dan lipoprotein, peneliti juga ingin melihat kesehatan usus, juga apakah perubahan kesehatan usus dengan konsumsi kenari terkait dengan peningkatan faktor risiko penyakit jantung.

Untuk penelitian ini, para peneliti merekrut 42 peserta dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang berusia 30-65 tahun. Sebelum penelitian dimulai, para peserta ditempatkan pada diet rata-rata selama dua minggu.

Setelah diet ini, para peserta secara acak ditugaskan mengadopsi salah satu dari tiga diet studi, yang semuanya termasuk lebih sedikit lemak jenuh daripada diet rata-rata. Diet termasuk yang memasukkan kenari utuh, yang mengandung jumlah yang sama dari asam alfa-linolenat (ALA) dan asam lemak tak jenuh ganda tanpa kenari, dan yang sebagian mensubstitusi asam oleat (asam lemak lain) dengan jumlah yang sama dengan ALA yang ditemukan pada kenari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam ketiga diet, kenari atau minyak nabati menggantikan lemak jenuh, dan semua partisipan mengikuti setiap diet selama enam minggu dengan istirahat di antara periode diet. Untuk menganalisis bakteri dalam saluran pencernaan, para peneliti mengumpulkan sampel tinja 72 jam sebelum para partisipan menyelesaikan diet yang berjalan dan masing-masing dari tiga periode diet studi.

"Diet kenari memperkaya sejumlah bakteri usus yang telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan di masa lalu," kata Petersen.

"Salah satunya adalah Roseburia, yang telah dikaitkan dengan perlindungan lapisan usus. Kami juga melihat pengayaan pada Eubacteria eligens dan Butyricicoccus," tuturnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa setelah diet kenari ada hubungan yang signifikan antara perubahan bakteri usus dan faktor risiko penyakit jantung. Eubacterium eligens berbanding terbalik dengan perubahan dalam beberapa ukuran tekanan darah, menunjukkan bahwa jumlah Eubacterium yang lebih besar dikaitkan dengan pengurangan yang lebih besar pada faktor-faktor risiko tersebut.

Selain itu, jumlah yang lebih besar dari Lachnospiraceae dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, kolesterol total, dan kolesterol non-HDL yang lebih besar. Tidak ada korelasi yang signifikan antara bakteri yang diperkaya dan faktor risiko penyakit jantung setelah dua diet lainnya.

Regina Lamendella, profesor biologi di Juniata College, mengatakan temuan ini adalah contoh bagaimana orang dapat memberi makan mikrobioma usus dengan cara yang positif.

"Makanan seperti kenari utuh menyediakan beragam substrat, seperti asam lemak, serat, dan senyawa bioaktif, untuk dimakan mikrobioma usus kita," kata Lamendella. "Pada gilirannya, ini dapat membantu menghasilkan metabolit bermanfaat dan produk lain untuk tubuh kita."

Kris-Etherton menambahkan bahwa penelitian di masa depan dapat terus menyelidiki bagaimana kenari mempengaruhi mikrobioma dan elemen kesehatan lain.

"Temuan ini menambah apa yang kita ketahui tentang manfaat kesehatan dari kenari, kali ini bergerak ke arah pengaruhnya terhadap kesehatan usus," kata Kris-Etherton.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

7 hari lalu

Anastasia Solodkova, perawat anestesi melakukan operasi pada bayi yang baru 20 hari dengan penyakit jantung bawaan di Federal Pusat Bedah Kardiovaskular di Siberia Krasnoyarsk, Rusia, 28 September 2016. REUTERS/Ilya Naymushin
Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah faktor risiko jadi penyebab bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, termasuk faktor genetik dan penggunaan obat-obatan.


Spesialis Jantung Sarankan Tetap Olahraga meski Sibuk Bekerja

12 hari lalu

Ilustrasi wanita berjalan kaki. Freepik.com
Spesialis Jantung Sarankan Tetap Olahraga meski Sibuk Bekerja

Olahraga rutin tetap perlu dilakukan di tengah kesibukan bekerja untuk mencegah serangan jantung. Berikut saran dokter jantung.


Inilah Dampak Positif dan Negatif Olahraga Malam bagi Kesehatan Jantung

14 hari lalu

Ilustrasi perempuan olahraga di gym. Foto: Freepik.com/Jcomp
Inilah Dampak Positif dan Negatif Olahraga Malam bagi Kesehatan Jantung

Olahraga malam memiliki dampak positif dan negatif bagi jantung.


Penyebab Penyakit Arteri Perifer yang Bisa Berujung Amputasi Kaki

15 hari lalu

Ilustrasi dokter melakukan operasi jantung. Foto: Heartology Cardiovascular Hospital
Penyebab Penyakit Arteri Perifer yang Bisa Berujung Amputasi Kaki

Penyakit arteri perifer memang tak mengancam nyawa seperti penyakit jantung atau stroke yang harus ditangani segera tapi risikonya tak kalah berat.


Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

15 hari lalu

Ilustrasi Ring jantung. Vidio/Abott
Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

Pakar menjelaskan pemeriksaan pembuluh darah menggunakan ultrasonografi (USG) bisa membantu upaya untuk mendeteksi dini penyakit arteri perifer.


Inilah Orang yang Lebih Berisiko Terkena Henti Jantung

17 hari lalu

ilustrasi jantung (pixabay.com)
Inilah Orang yang Lebih Berisiko Terkena Henti Jantung

Henti jantung mendadak lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang sudah memiliki gangguan jantung sebelumnya


2 Masalah di Tangan yang Mengindikasikan Masalah Jantung

17 hari lalu

Ilustrasi wanita memegang pergelangan tangan. Freepik.com
2 Masalah di Tangan yang Mengindikasikan Masalah Jantung

Di antara beberapa gejala masalah jantung yang perlu diperhatikan adalah pembengkakan jari dan tangan. Berikut penjelasannya.


Atlet Zhang Zhi Jie Meninggal Saat Bertanding, Dokter Ingatkan Masyarakat Rutin Skrining Jantung

21 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Atlet Zhang Zhi Jie Meninggal Saat Bertanding, Dokter Ingatkan Masyarakat Rutin Skrining Jantung

Kematian mendadak pada atlet muda bisa dicegah dengan rutin melakukan skrining kesehatan terutama pada masalah kelainan jantung.


Pentingnya Alat AED untuk Cegah Kematian Mendadak

21 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Pentingnya Alat AED untuk Cegah Kematian Mendadak

Kasus kematian mendadak atlet bulutangkis asal China Zhang Zie Jie menjadi pelajaran bagi tenaga kesehatan tentang pentingnya alat AED


Deteksi Risiko Kelainan Jantung saat Olahraga dengan Cara Berikut

21 hari lalu

Ilustrasi pertolongan pertama orang yang terkena Serangan Jantung. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo. 20120403
Deteksi Risiko Kelainan Jantung saat Olahraga dengan Cara Berikut

Kelainan irama jantung ini tidak bisa diantisipasi tanpa pemeriksaan jantung sehingga sering terjadi kematian mendadak, bahkan pada atlet.