Kisah Master Feng Shui Yulius Fang: Kami Bukan Paranormal

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Master Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia Yulius Fang saat ditemui di rumahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Senin 20 Januari 2020 (TEMPO/Foto: Eka Wahyu Pramita)

    Master Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia Yulius Fang saat ditemui di rumahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Senin 20 Januari 2020 (TEMPO/Foto: Eka Wahyu Pramita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbicara mengenai Feng Shui, masih kerap kita jumpai seseorang yang menjalani profesi sebagai pakar dan praktisi Feng Shui identik dengan ritual tertentu, atau bahasa awamnya paranormal yang mampu membaca masa depan. Benarkah demikian?

    Master Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, yang sudah 16 tahun belajar Feng Shui bahkan hingga saat ini terus berguru, mengaku jika profesinya sangat ilmiah berdasarkan riset.

    "Tidak bisa jika kami asal menerawang tanpa ilmu dan riset yang telah kami pelajari bertahun-tahun. Kami belajar keharmonisan alam berdasarkan elemen di dalamnya," ucap Yulius saat ditemui Tempo.co di Jakarta Utara, Senin, 20 Januari 2020.

    Nama Yulius sudah tak asing lagi bagi para pelaku bisnis dan beberapa di antaranya publik figur. Namun, sebelum menjadi konsultan, praktisi dan periset profesional Yulius pernah mengatakan jika bisa memilih jalan lain, maka kemungkinan ia akan memilih jalan tersebut.

    "Jadi nasib lah yang membuat saya akhirnya tercebur di jalan ini," ucap Yulius, didampingi sang istri, Angelina Fang, yang berprofesi sama dengan dirinya.

    Master Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia Yulius Fang bersama istrinya Angelina Fang yang juga menjadi Senior Consultant Feng Shui saat ditemui di rumahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Senin 20 Januari 2020 (TEMPO/Foto: Eka Wahyu Pramita)

    Namun, pilihan nasib berkata lain, ketertarikan Yulius dengan keahlian yang bisa terbilang masih cukup unik ini bermula sejak 16 tahun lalu. Sejak kecil, benih ketertarikan Yulius pada ilmu astrologi dan meditasi sudah mulai ia rasakan. Awalnya, Yulius bekerja di bidang profesional yang bisa dikatakan moncer. Sampai suatu hari ia kedapatan sakit kepala yang tak kunjung reda dan ketika dibawa ke dokter dibilang vertigo dan kecenderungan stres.

    "Saya sudah berobat kemana-mana tapi tidak dibilang ada masalah yang serius, malah dikasih obat untuk istirahat. Sempat saya mikir juga dikerjai orang, sampai ke paranormal. Sampai akhirnya, kepikiran sama Feng Shui rumah saya yang tidak sesuai. Mulai baca banyak buku sampai akhirnya browsing di internet dan bertemu guru yang memperkenalkan sejak awal. Kami pun belajar menata ulang peletakan barang di rumah termasuk di tempat tidur," ucapnya.

    Semesta pun berpihak pada Yulius. Ketika kondisi rumah sudah membaik akhirnya perlahan tapi pasti Yulius dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Titik balik sakit yang dirasakan dalam kurun waktu satu setengah tahun itulah yang kemudian membawa Yulius pada ketertarikan dengan ilmu Feng Shui. Dia berpikir di Indonesia belum banyak yang tertarik menjadi ahli Feng Shui secara komprehensif.

    Tidak hanya sebagai konsultan, Yulius juga mempraktikkan semua ilmu yang ia pelajari dalam kehidupan sehari-harinya, mulai dari bisnis dan penataan rumah yang membawa keharmonisan dan keselarasan bagi penghuninya.

    "Kami belajar banget dari kondisi Feng Shui di rumah sebelumnya yang buruk dan mempengaruhi kondisi kesehatan saya," ucapnya.

    Yulius agaknya tidak puas dengan ilmu yang dimiliki, ia terus mencari pengetahuan Feng Shui otentik klasik dari berbagai penjuru dunia, belajar langsung dari beberapa Grand Master Feng Shui yang terbaik dari berbagai negara, dan mendapatkan sertifikasi tingkat tinggi dalam kompetensi studinya.

    Berlatar belakang pendidikan ekonomi dan pemahaman praktis mengenai dunia arsitektur, kini Yulius sebagai ahli Feng Shui Indonesia, tidak hanya mampu menganalisis properti bangunan namun juga telah meriset aspek bisnis, ekonomi, serta sosial politik Indonesia dan dunia dari sudut pandang Feng Shui.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.