Tips Mengantisipasi Penipuan lewat Percakapan Teks

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    Ilustrasi WhatsApp. (cdn.kalingatv.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Awas, penipuan semakin banyak di zaman yang serbadigital ini, dengan berbagai kemudahan cara berkomunikasi. Kasus penipuan atau scam berupa pesan yang didapatkan dari pihak ketiga yang tidak jelas seperti spam, penipuan (hoaks), dan pengelabuan (phishing) banyak terjadi saat ini.

    Aplikasi berbagi pesan WhatsApp melalui keterangannya membagi sejumlah tips keamanan dasar untuk mencegah ragam aksi penipuan siber yang berkeliaran di dunia maya, khususnya di WhatsApp. Berikut ulasannya.

    Si Penipu
    Penipu bisa muncul dengan berbagai wajah, bahkan dapat berpura-pura menjadi teman atau kerabat dekat yang mengaku sangat membutuhkan uang dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal. Langkah antisipasi pertama, perhatikanlah bahasa yang coba ditiru. Gaya percakapan yang digunakan mungkin berbeda, seperti tutur bahasa, cara mereka menjelaskan situasi, dan hal kecil lain yang membuat kita ragu.

    Setelah mengetahui bahwa ini salah satu modus penipuan, WhatsApp mendukung kita untuk melaporkan dan memblokir pengguna tersebut dengan membuka chat > klik kontak atau nama grup > klik Laporkan atau Blok kontak.

    Si Pemberi Harapan
    Dalam kasus ini, biasanya penipu mengaku sebagai pihak perusahaan atau merek yang meyakinkan kita memenangkan hadiah besar atau menawarkan pekerjaan yang sebelumnya kita tidak pernah daftarkan. Tujuan utama mereka yakni mencoba memperoleh informasi pribadi kita atau menipu untuk meminta uang.

    WhatsApp merangkum sejumlah karakteristik pesan "hadiah" ini, yaitu:
    -Mengandung kesalahan ejaan atau tata bahasa.
    -Meminta Anda untuk klik tautan.
    -Meminta Anda untuk membagikan informasi pribadi, macam nomor kartu kredit, rekening bank, tanggal lahir, kata sandi.
    -Meminta Anda untuk meneruskan pesan.
    -Meminta Anda untuk mengklik tautan untuk mengaktifkan fitur baru.
    -Menyatakan Anda harus membayar untuk menggunakan WhatsApp.

    Jika menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, segera hapus dan laporkan pesan tersebut. Jangan mengklik tautan atau memberi informasi pribadi apapun walaupun dengan imbalan hadiah.

    Tautan yang mencurigakan
    Tautan mengandung kombinasi karakter yang dianggap tidak umum untuk mengecoh penerima pesan agar mengklik tautan yang berbahaya. Jika tautan ditandai mencurigakan, Anda dapat mengetuk tautan tersebut dan pesan pop-up akan ditampilkan, menyoroti karakter yang tidak umum di dalam tautan tersebut. Kemudian, Anda dapat memilih untuk membuka tautan tersebut atau kembali ke ruang obrolan.

    Sesuaikan pengaturan
    WhatsApp telah membuat beberapa kendali dasar yang dapat disesuaikan untuk membantu melindungi diri sendiri, mulai dari foto, hingga status. Lebih lanjut, pengguna dapat mengendalikan siapa yang dapat menambahkan ke grup, serta memberikan lapisan keamanan tambahan dengan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah. Untuk mengaktifkannya, buka “Pengaturan” lalu pilih “Akun” dan pilih “Verifikasi Dua Langkah”. Cara ini yang terbaik untuk melindungi data pribadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.