Tata Krama Terima Angpao Imlek, Jangan Lupa Gunakan Dua Tangan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi angpao Imlek. miyoku.com

    Ilustrasi angpao Imlek. miyoku.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tradisi yang paling ditunggu saat Tahun Baru Imlek adalah pembagian angpao. Angpao merupakan amplop merah yang di dalamnya ada sejumlah uang. Secara umum, orang yang sudah menikah akan memberikan kepada yang masih lajang.

    Dalam menerima angpao, ada beberapa tata krama yang harus dipatuhi. Agar tidak salah langkah, berikut empat aturan, seperti dilansir dari situs Fengshui Web dan China Highlights.

    Dari tua ke muda
    Biasanya, orang tua yang memberikan angpao kepada anak-anak akan meminta mereka berbaris. Dalam barisan, Anda tidak bisa berada paling depan, tengah, ataupun belakang. Semuanya ini sudah diatur berdasarkan usia dan jabatan di rumah. Misalnya, harus dari kakak ke adik atau dari sepupu tertua ke termuda.

    Terima dengan dua tangan
    Saat diberi angpao, Anda diwajibkan untuk menerimanya dengan dua tangan. Jangan pernah mengambil dengan satu tangan saja sebab ini berhubungan dengan etika. Satu tangan dinilai tidak sopan, sedangkan dua tangan menunjukan rasa hormat dan terima kasih kepada orang yang memberi.

    Mengucapkan selamat dan terima kasih
    Sebelum menerima angpao, Anda wajib mengucapkan selamat tahun baru terlebih dulu kepada sang pemberi. Ucapan seperti Selamat Tahun Baru atau Xn nián kuài lè bisa diberikan. Setelah menerima angpao, berikan pula ucapan terima kasih dengan doa terbaik, misalnya semoga Anda bahagia dan makmur atau Gng x f cái.

    Jangan membuka angpao di depan yang memberi
    Khususnya untuk anak-anak, rasa ingin tahu pasti tinggi. Tak heran, mereka pasti memiliki keinginan yang besar untuk segera membuka angpao Imlek yang diterima. Namun, ini bukanlah suatu hal yang benar. Sebagai bentuk penghargaan, Anda diwajibkan membuka angpao saat yang memberi sudah pulang atau di tempat tertutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.