Pahami Penyebaran Virus Corona, Simak Penjelasan Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang dipindai suhu mereka setelah wabah virus Corona menyebar di Cina, di bandara internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, 24 Januari 2020. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Penumpang dipindai suhu mereka setelah wabah virus Corona menyebar di Cina, di bandara internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, 24 Januari 2020. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo, mengajak masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menjauhi kontak dengan orang yang dicurigai terjangkit virus corona.

    "Yang penting untuk dilakukan masyarakat adalah pola hidup bersih dan sehat, artinya menghindari menyentuh benda-benda yang mungkin tercemar dan selalu mencuci tangan," kata Amin.

    Menurut Amin, virus corona banyak ditemukan terutama pada hewan, sementara yang menyerang manusia hanya sebagian kecil dari virus corona. Sampai saat ini sudah ada enam jenis virus corona yang diketahui, di antaranya Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

    Sementara virus corona yang ditemukan di Cina teridentifikasi jenis baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya sebagai virus corona yang menyerang manusia. Virus corona jenis baru yang ditemukan di Cina itu secara kekerabatan dekat dengan virus SARS dan dapat menular, tidak hanya dari hewan pembawa virus tapi juga antarmanusia.

    "Virus ini bisa menular dari satu orang ke orang lain. Kalau itu terjadi maka otomatis penyebaran virus corona-nya akan lebih cepat," ujarnya.

    Amin menuturkan masa inkubasi hanya beberapa hari dari terinfeksi virus corona asal Cina sampai timbul gejala sehingga dimungkinkan saja orang yang terinfeksi tapi belum muncul gejala selalu bepergian ke tempat lain, baik itu di dalam kota maupun sampai ke luar negeri.

    "Jadi, mungkin saja terjadi bahwa ada orang yang sudah terbang jauh dalam satu hari gejalanya belum muncul, begitu sampai di negara tujuan baru muncul gejalanya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.