Lima Upaya Pencegahan Penularan Virus Corona menurut Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan dari perusahaan layanan desinfeksi membersihkan lantai Bandara Internasional Incheon guna antisipasi atas penyebaran virus Corona di Incheon, Korea Selatan, 24 Januari 2020. Yonhap via REUTERS

    Karyawan dari perusahaan layanan desinfeksi membersihkan lantai Bandara Internasional Incheon guna antisipasi atas penyebaran virus Corona di Incheon, Korea Selatan, 24 Januari 2020. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona bisa ditularkan lewat hewan ke manusia dan antarmanusia. Karena itulah masyarakat pada umumnya harus waspada. Walaupun tidak perlu terlalu panik, harus sudah melakukan upaya-upaya pencegahan, di antaranya pertama, hindari kontak dan pendekatan dengan pasien yang diduga terkena virus corona.

    "Karena itu bisa ditularkan lewat batuk, bersin dan sebagainya," ujar Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo.

    Kedua, masyarakat harus menghindari kontak dengan hewan, terutama di negara yang sudah terdapat kasus positif adanya pasien terjangkit virus corona.

    "Virus corona itu bisa menyerang manusia, bisa menyerang hewan, dan juga ada yang menular dari hewan ke manusia," tutur Amin.

    Ketiga, masyarakat harus selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak mudah terjangkit penyakit. Keempat, orang-orang yang bisa masuk dan keluar di lingkungan fasilitas perawatan, termasuk petugas kesehatan, juga harus menerapkan kewaspadaan umum, seperti memakai masker jika didapati ada pasien terjangkit virus corona yang dirawat di rumah sakit itu.

    Kelima, harus mewaspadai riwayat perjalanan saat menduga seseorang diduga terserang virus corona. Keenam, masyarakat saat ini harus menghindari perjalanan ke negara yang ditemukan kasus positif pasien terjangkit virus corona. Semua lini masyarakat, termasuk pihak rumah sakit harus waspada terhadap lingkungan.

    "Kalau menghadapi kasus, misalnya ada orang datang tiba-tiba batuk, langsung ditanya bepergian tidak ke mana atau melakukan perjalanan ke mana, itu dibutuhkan kewaspadaan dan kejelian dari orang sekitar," ujar Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.