Biasa Olahraga dan Kemudian Berhenti, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi olahraga berpasangan (Pexels.com)

    ilustrasi olahraga berpasangan (Pexels.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan buat yang terbiasa olahraga atau latihan fisik. Anda yang semula rajin beraktivitas fisik, lalu tiba-tiba berhenti melakukannya, akan mengalami sejumlah hal dalam tubuh. Salah satunya kehilangan massa otot.

    Dr. BM Jha dari Departemen Ilmu Fisioterapi dan Rehabilitasi Fortis Memorial Research Institute (FMRI) mengatakan ada juga risiko tinggi kehilangan daya tahan tubuh, depresi, bermasalah dalam tekanan darah, tulang mudah patah, dan insomnia dalam beberapa kasus.

    "Juga ada kenaikan tajam tekanan darah dan kadar glukosa darah, yang bisa mengarah pada komplikasi untuk orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi," katanya, seperti dilansir Indian Express.

    Sementara itu, ahli fisioterapi dari Paras Hospital, Gurgaon, India, Parmila Sharma, menuturkan orang yang berhenti beraktivitas fisik selama tiga hari akan mengalami lesu dan persendiannya menjadi kaku. Di sisi lain, persentase lemak tubuh meningkat dan jika asupan kalori tetap seperti biasa, maka kenaikan berat badan akan terjadi.

    "Saat Anda banyak duduk, kepadatan tulang akan menurun lebih cepat. Tanpa beraktivitas fisik, maka kontrol tekanan darah dan level gula darah menjadi hilang," tutur ahli gizi klinis dari Fortis Flt Lt Rajan Dhall Hospital, Seema Sigh.

    "Setelah berhenti beraktivitas fisik, otak akan mulai berubah dan orang bisa merasa kurang bahagia," imbuhnya.

    Rutin beraktivitas fisik dan pola makan sehat berimbang penting untuk meningkatkan kekuatan, sistem daya tahan tubuh, dan membantu menjaga berat badan tetap normal. Ahli kesehatan menyarankan orang-orang dewasa setidaknya melakukan aktivitas fisik 30 menit dalam lima hari atau 150 menit per minggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.