Terpaksa Datangi Daerah Virus Corona, Lakukan 6 Langkah Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini ramai diberitakan merebaknya wabah pneumonia dari virus corona di beberapa negara di Asia. Sebagai gerbang pertama masuknya wisatawan asing, bandara-bandara dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia bersiaga memasang thermal detector untuk mencegah masuknya penyakit ini di tanah air.

    Penyakit yang sudah menjangkiti lebih dari 200 orang di Cina dan mulai menyebar ke negara-negara Asia lainnya, seperti Singapura, Thailand, Korea Selatan ini pertama kali ditemukan di pasar ikan di Wuhan, Cina. Penyebaran wabah terjadi ketika ada pengidap pneumonia yang melakukan perjalanan ke negara lain.

    Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella. Namun, penyebab merebaknya wabah ini ditelusuri bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan penyakit pneumonia. Virus yang menyebabkan wabah ini adalah novel Coronavirus (nCov) atau virus corona. Virus corona sebelumnya juga menyebabkan munculnya penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

    Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Feni Fitriani, mengatakan apabila Anda terpaksa mengunjungi negara outbreak atau negara yang sudah terjangkit wabah ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pertama sebaiknya Anda menghindari menyentuh hewan atau burung. Anda pun disarankan tidak mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.

    Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur, Annisa Sutera Insani, menambahkan sebaiknya orang itu menghindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran pernafasan. Penting pula mematuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan yang ada. Annisa juga menyarankan agar jika merasa kesehatan idak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan segera. "Konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit setelah kembali dari daerah outbreak," kata Annisa.

    Wabah ini memang belum ada obatnya. "Namun, dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjalani perilaku hidup bersih serta gaya hidup yang sehat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas," kata Feni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.