Makanan saat Acara Piala Oscar akan Bebas Botol Plastik

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Coklat berbentuk patung Piala Oscar yang disajikan untuk makan malam Academy Awards ke-91 atau Piala Oscar 2019 saat acara kunjungan media di Los Angeles, California, 15 Februari 2019. REUTERS/Mario Anzuoni

    Coklat berbentuk patung Piala Oscar yang disajikan untuk makan malam Academy Awards ke-91 atau Piala Oscar 2019 saat acara kunjungan media di Los Angeles, California, 15 Februari 2019. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Hidangan pada acara Penganugerahan Piala Oscar tahun ini hampir semuanya akan berbahan dasar tumbuhan. Hal itu diungkapkan oleh tim dari Academy of Motion Pictures pada Senin 27 Januari 2020. Begitu juga makan malam selebritas lainnya di acara penghargaan yang berlangsung di Hollywood tahun ini.

    Menu makan siang untuk acara tahunan yang dihadiri nomine Oscar, juga camilan yang dihidangkan sebelum upacara Academy Awards pada 9 Februari mendatang pun akan 100 persen berbahan dasar tumbuhan.

    Menu untuk acara pasca-Oscar, Governor Balls, terdiri dari 70 persen bahan dasar tumbuhan, 30 persen vegetarian, ikan dan daging.

    Seperti dilansir Reuters, botol air dari plastik dan minuman-minuman lain dengan kemasan plastik dijamin tak akan ada di acara Oscar pada tahun ini.

    Tim Academy of Motion Pictures, dengan jumlah anggota 8000 orang yang memilih pemenang Oscar, mengatakan mereka adalah organisasi pencerita dari seluruh dunia. Mereka pun merasa berutang komitmen mendukung planet secara global

    Sebelumnya, acara penghargaan Golden Globe dan Screen Actors Guild juga menyajikan menu berbahan dasar tumbuhan di acara makan malam yang digelar untuk nomine dan para tamu.

    Joaquin Phoenix pemeran "Joker", penganut vegan, mengusulkan perubahan menu makan malam Golden Globe, di mana steak dan ikan digantikan dengan risotto jamur dan kerang jamur tiram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.