Dokter Sebut Persamaan Pneumonia karena Virus Corona dan Biasa

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis Tiongkok mengenakan masker saat mereka berpose untuk foto, setelah Sri Lanka mengkonfirmasi kasus pertama coronavirus di negara itu, di Kolombo, Sri Lanka 28 Januari 2020. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Turis Tiongkok mengenakan masker saat mereka berpose untuk foto, setelah Sri Lanka mengkonfirmasi kasus pertama coronavirus di negara itu, di Kolombo, Sri Lanka 28 Januari 2020. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona tengah menggegerkan dunia dengan jumlah korban terpapar dan meninggal yang semakin banyak. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai akibat paparan virus corona atau novel coronavirus (nCov) ialah pneumonia. Apakah gejalanya sama seperti pneumonia biasa?

    Spesialis paru dan pernapasan di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Feni Fitriani, dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan gejala pneumonia akibat virus corona sebenarnya sama dengan gejala pneumonia biasa, yakni demam dan infeksi saluran pernapasan dengan tanda batuk kering dan pilek, sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu.

    Bila merasakan gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Menurut Feni, meskipun pneumonia dapat menyerang orang di segala usia, namun anak kecil, ibu hamil, dan lansia harus lebih waspada karena kekebalan tubuh mereka tidak sebaik orang di usia produktif.

    Biasanya, pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella. Namun, penyebab merebaknya penyakit ini di beberapa negara, seperti Wuhan, Cina, lalu Singapura, Thailand, dan Korea Selatan ditelusuri bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan pneumonia, namun virus corona.

    Virus corona sebelumnya juga menyebabkan munculnya penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.