Virus Corona Berasal dari Hewan, Kenapa Baru Ketahuan Sekarang?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makan kelelawar telah dikaitkan dengan penyebaran penyakit virus Corona.[Weibo / Twitter/Express.co.uk]

    Makan kelelawar telah dikaitkan dengan penyebaran penyakit virus Corona.[Weibo / Twitter/Express.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona yang menyebabkan wabah pneumonia di Wuhan, Cina, membuat khawatir banyak pihak. Selain telah menginfeksi ribuan orang dan ratusan di antaranya meninggal dunia, virus tersebut juga sudah menyebar luas di Asia hingga Eropa.

    Berbicara mengenai cara penularannya, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih, mengatakan bahwa novel coronavirus (nCov) bermula dari kontak hewan ke manusia.

    “Selanjutnya baru menular antarmanusia lewat batuk dan bersin hingga lewat makanan tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut,” katanya.

    Tentang hewan sendiri, Daeng pun secara spesifik menyebutkan ular dan kelelawar. Namun, jika diperhatikan, kedua hewan tersebut tentu sudah ada sejak dulu. Lalu, kenapa virus tersebut baru diketahui saat ini?

    Menjelaskan fenomena tersebut, ahli mikrobiologi R. Fera Ibrahim mengatakan ini disebabkan oleh perubahan perilaku manusia. Menurutnya, di zaman dulu, pola makan manusia sangat biasa. Itu berarti, mereka mengonsumsi makanan dengan jenis tidak terlalu beragam. Contohnya daging ayam, sapi, kambing, atau ikan.

    “Sekarang berbeda, makanan dari hewan apa saja bisa diolah, termasuk ular dan kelelawar, jadi baru ketemu ada virus,” ujarnya.

    Untuk itu, Fera pun mengimbau agar masyarakat kembali ke pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sudah terbukti bernutrisi tinggi.

    “Karena sebenarnya virus sudah ada dari dulu pada masing-masing hewan. Kalau kita makan macam-macam atau aneh-aneh, risikonya jadi besar,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.