3 Indikator Sperma Baik, Tidak Hanya Jumlah Sperma

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sperma. Shutterstock

    Ilustrasi sperma. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria sehat bisa mengeluarkan jutaan sperma dalam satu kali ejakulasi. Dari jutaan sperma itu, pada akhirnya hanya ada satu yang berhasil untuk membuahi sel telur. Artinya, salah satu ciri-ciri sperma yang baik adalah yang 'kuat' untuk bisa sampai ke sel telur.

    Sperma yang baik sangat berkaitan dengan kesuburan pria. Biasanya ketika seorang pria mengalami masalah dengan kesuburan, dokter akan memeriksa bagaimana kualitas spermanya terlebih dahulu. Bagi orang yang berusaha memiliki keturunan, tentu penting untuk menjaga kesehatan sperma. Beberapa ciri-ciri sperma yang baik di antaranya:

    1. Jumlah sperma
    Normalnya, jumlah sperma dalam tiap mililiter air mani adalah 15 juta hingga 200 juta. Apabila jumlah sperma kurang dari 15 juta atau kurang dari 39 juta di tiap kali ejakulasi, artinya jumlah sperma termasuk rendah (oligospermia).

    Sebaliknya, jumlah sperma di atas 200 juta per mililiter air mani dianggap tinggi. Untuk menghitung jumlah sperma, akan dilakukan analisis air mani yang dilakukan oleh dokter atau ahlinya.

    2. Gerakan sperma
    Penting sekali memastikan gerakan sperma bisa maksimal untuk bisa membuahi sel telur. Perjalanan sperma untuk sampai ke sel telur haruslah berenang melewati serviks, rahim, dan tuba falopi. Pada pria normal, ciri-ciri sperma yang baik adalah 32-75 persen dari seluruh spermanya memiliki motilitas yang optimal.

    3. Struktur sperma
    Ciri-ciri sperma yang baik adalah memiliki kepala berbentuk oval dan ekor panjang sehingga bisa bergerak dengan optimal. Semakin normal struktur atau bentuk sperma, semakin besar kemungkinan seorang pria membuahi sel telur.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.