Plus Minus Diet Pescatarian seperti Anak Kim Kardashian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • North West (Instagram @kimkardashian)

    North West (Instagram @kimkardashian)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kim Kardashian baru melakukan sesi tanya jawab dengan para penggemar di akun Twitter @KimKardashian. Menjawab salah satu pertanyaan tentang diet yang diterapkan kepada anak-anaknya, istri dari penyanyi Kanye West itu mengaku putri tertuanya, North West, tengah menjalankan diet pescatarian.

    “Apakah anak-anakmu mengkonsumsi makanan nabati juga?,” tanya akun @allizeybryanna. “Iya. Kalau North menjalankan diet pescatarian,” jawab Kim pada 4 Februari 2020.

    Melansir dari situs Very Well Fit, diet pescatarian merupakan diet vegetarian yang mencakup ikan atau hewan air lain. Sesuai dengan namanya, ‘pesce’, dalam bahasa Italia berarti menekankan ikan dalam pola makan nabati. Terlepas dari diet yang dipilih buat anak Kim dan Kanye, beberapa plus minus dari diet pescatarian bisa didapatkan.

    Apa saja dampak positif dan negatif yang dimaksudkan dari diet sayur dan ikan itu? Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir dari situs Very Well Fit dan Medical News Today.

    Positif

    Jantung sehat
    Makan ikan, terutama ikan berlemak, bisa memberikan peningkatan asupan asam lemak omega-3 bagi tubuh. Kandungan ini telah terbukti baik dalam menjaga kesehatan jantung, mulai dari menormalkan tekanan darah hingga meminimalkan risiko serangan jantung. Adapun, makanan nabati yang memiliki risiko minim untuk penyakit jantung koroner.

    Mencegah kanker
    Diet pescatarian juga dapat melindungi orang dari risiko kanker kolorektal atau kanker lain yang mempengaruhi usus besar dan dubur. Hal ini dipertegas sebuah studi tahun 2015, yang menyatakan 77 ribu orang yang menjalani diet pescatarian berhasil mendapatkan perlindungan yang kuat dari kanker kolorektal.

    Menjaga kesehatan lingkungan
    Tak sedikit orang yang menjalankan diet pescatarian dengan alasan menjaga lingkungan sebab sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan dan sayuran tidak akan berdampak pada ekosistem hewan pada umumnya.

    Negatif

    Meningkatkan risiko masalah pencernaan
    Ikan dikenal tinggi kadar merkuri. Tentunya, ini meningkatkan risiko terjangkit berbagai masalah kesehatan termasuk kerusakan pada saluran pencernaan dan ginjal. Sebaiknya seseorang menghindari konsumsi ikan hiu, tuna mata besar, dan ikan pedang yang tinggi merkuri. Coba pilih lobster, kerang, ikan air tawar, kakap, kerapu, dan halibut.

    Mempengaruhi sistem saraf dan pembentukan sel darah merah
    Tahukah Anda bahwa sistem saraf dan pembentukan sel darah merah sangat memerlukan mikronutrien, yang salah satunya adalah vitamin B-12? Sayangnya, diet sayuran dan ikan itu rendah vitamin B-12 sehingga akan mempengaruhi dua hal penting itu. Namun, beberapa pilihan makanan yang dinilai mengandung vitamin B-12 meski tak terlalu tinggi, termasuk kerang dan telur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H