7 Hoaks Paling Viral Seputar Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona masih menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Setelah bermula di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, kini korban telah meningkat pesat dan menyebar ke berbagai negara.

    Dengan kehebohan novel coronavirus (nCov) itu pula tak sedikit hoaks atau berita bohong yang beredar, khususnya di Indonesia. Dokter spesialis paru Erlina Burhan mengatakan setidaknya ada tujuh hoaks yang paling viral.

    Virus corona menyebar lewat buah-buahan
    Tak sedikit yang percaya virus corona bisa tersebar lewat buah-buahan. Padahal, menurut Erlina, hal tersebut tidak benar sebab virus corona hanya tumbuh dan berkembang pada hewan.

    “Virus corona sifatnya zoonotik, artinya hanya ditemukan di hewan dan bukan buah-buahan,” katanya dalam acara Media Briefing di Jakarta pada Kamis, 6 Februari 2020.

    Virus corona menular lewat pandangan
    Memang sedang heboh petugas kesehatan yang terkena virus corona padahal sudah memakai masker. Ternyata, ini bukan karena virus corona ditularkan lewat mata melainkan korban lupa mencuci tangan dan sering menggosok mata.

    “Masuklah virus lewat mukosa mata sehingga dia positif corona. Jadi bukan melihat tapi dia ada kontak dengan tangan yang ada virusnya,” katanya.

    Virus corona bisa dialami oleh pemilik ponsel Cina
    Secara spesifik, banyak pesan singkat yang beredar di media sosial yang mengatakan bahwa ponsel Cina bisa menyebarkan virus corona. Menurut Erlina, hal ini salah lantaran virus hanya bisa didapat jika seseorang melakukan kontak erat dengan pasien positif corona. “Mana ada virus masuk lewat teknologi,” katanya.

    Virus corona menular lewat sup kelelawar
    Banyak berita yang beredar bahwa sup kelelawar menyebabkan warga di Wuhan terjangkit virus corona. Erlina mengatakan kelelawar memang bisa membawa virus corona. Namun, jika sudah dijadikan sup, tentu virus akan mati.

    “Virus mati dalam suhu 23 derajat. Kalau dijadikan sup kan mendidih, pasti virus mati. Jadi tidak menyebar lewat sup,” ujarnya.

    Minum alkohol bisa membunuh virus corona
    Erlina mengatakan alkohol memang bisa membunuh virus corona. Namun, alkohol yang dimaksudkan harus memiliki kadar 70 persen. Apabila diminum, tentu akan merusak organ-organ tubuh.

    “Alkoholnya itu untuk mencuci tangan. Biasanya sabun kan ada alkohol 70 persen. Itu yang mematikan virus, bukan diminum,” jelasnya.

    Bawang putih bisa membunuh virus corona
    Video yang beredar di media sosial yang menunjukan seorang wanita sembuh dari corona lantaran mengonsumsi bawang putih tidaklah benar. Menurut Erlina, hingga kini belum ada bahan atau obat yang sudah ditemukan dan berhasil menangkal virus corona.

    “Kalau tidak ada sumbernya, sumbernya kurang terpercaya, itu belum tentu benar,” katanya.

    Masker terbaik adalah NH95
    Dengan maraknya virus corona yang menyebar lewat pernapasan, banyak orang membeli masker. Namun, banyak yang percaya bahwa jenis NH95 yang terbaik. Padahal, menurut Erlina, hal tersebut salah.

    “Masyarakat tidak disarankan pakai NH95. Ini hanya untuk petugas kesehatan yang harus bertemu pasien terus. Masyarakat cukup masker bedah saja,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?