Walau Sehat, Awas jadi Pembawa Virus Corona

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat mengantre di loket imigrasi saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah penumpang pesawat mengantre di loket imigrasi saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, JakartaVirus corona penyebab pneumonia di Wuhan, Cina sangat ditakuti oleh masyarakat di seluruh dunia. Hal ini karena penyebaran virus corona yang begitu cepat.

    Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 4 Februari 2020, total kasus konfirmasi novel coronavirus (nCov) global mencapai lebih dari 20 ribu kasus. Hingga 7 Februari, sebanyak 638 orang meninggal dunia.

    Berbicara tentang sebaranya, bisakah seseorang dikelilingi oleh virus corona tapi tetap sehat? Misalnya, ia berlibur ke daerah yang berisiko tinggi tapi tidak mengidap corona? Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan Erlina Burhan mengatakan bisa.

    Hal itu terjadi karena imunitas tubuh masing-masing individu. Apabila ia sangat sehat dan memiliki pertahanan tubuh yang kuat, maka virus tersebut tidak akan masuk ke dalam tubuh. “Tidak ada masalah. Kita pasti sehat (bila imunitas tubuh baik) tapi yang justru diwaspadai adalah kita jadi pembawa virus itu,” kata Erlina dalam acara Media Briefing di Jakarta pada Kamis, 6 Februari 2020.

    Erlina menjelaskan bahwa virus apapun termasuk corona sangat pintar. Walaupun ia tidak berhasil membuat seseorang sakit lantaran imunitas tubuh yang baik, namun ia bisa bersembunyi di tubuh seseorang.

    Kemudian, virus pun akan ditransfer kembali kepada orang-orang dengan imunitas tubuh lemah. “Dia bisa berpindah, caranya sumber infeksi ada droplet (percikan) dan kontak erat (di bawah dua meter jaraknya) dengan calon korban,” katanya.

    Tak heran, ini pun sudah terjadi di Cina. Erlina mengatakan bahwa ada pasien yang tidak melakukan kontak dengan orang positif corona tapi mengidap corona. Rupanya, virus dibawa oleh orang dengan imunitas tinggi dan ditransferkan pada orang dengan imunitas rendah.

    Untuk itu, Erlina mengimbau agar masyarakat memperhatikan imunitas tubuhnya. “Sistem imun bisa ditingkatkan dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, berolahraga dan menghindari stres,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.