Sibejoo, Komunitas Penyedia Video Edukasi di Kota Bandung

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi belajar matematika (pixabay.com)

    ilustrasi belajar matematika (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok anak muda bergerak untuk menyiapkan konten video edukasi bebas akses melalui media sosial di Bandung, Jawa Barat. Secara militan mereka membuat ribuan video pelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam lalu membagikannya secara gratis via kanal YouTube. “Semangatnya ingin berbagi sejuta video untuk negeri” kata Heri Susanto, 37 tahun, pendiri dan penggagas komunitas Sibejoo, Sabtu, 1 Februari 2020. Angka sejuta itu bisa diartikan sebagai jumlah atau bermanfaat bagi banyak orang.

    Heri mengatakan Sibejoo akronim dari Asyik Belajar Online dan Offline itu dirintis sejak 2011. Pembuatan video tutorial mata pelajaran itu melibatkan para relawan anggota komunitas. Dari 70 anggota 20-an orang diantaranya kini terhitung aktif. Separuhnya guru yang mayoritas pengajar di sekolah swasta, setengahnya lagi kalangan mahasiswa dan karyawan. Rentang usianya antara 20-45 tahun. “Kami buka keanggotaan dan diseleksi,” kata dia.

    Mereka berjibaku menyiapkan materi pelajaran dan soal, menyampaikannya lewat rekaman video, dan menyebarkannya di Internet. Sebagian mengurus relawan kebencanaan. Semua kerja itu tanpa bayaran. Walau begitu, orang semacam Ivan Andriansyah, 30 tahun, kepincut bergabung sejak awal pendirian Sibejoo. “Karena yang dilakukan bukan kepentingan komersil, tapi memang murni untuk kegiatan sosial,” kata karyawan sebuah perusahaan di Jakarta itu, Ahad, 2 Februari 2020.

    Materi video belajar Sibejoo ditujukan untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama hingga Atas sederajat. Hampir semuanya membahas matematika dan IPA seperti fisika, biologi, dan kimia. “Karena yang banyak enggak ngerti itu jurusan sains, kalau video ilmu sosial baru sedikit,” ujarnya. Siswa biasanya ramai berkunjung ketika mau kenaikan kelas, ujian nasional, dan masuk perguruan tinggi negeri. “Yang mereka tunggu biasanya update bahasan soal,” kata Heri. Kini tim tengah menyiakan materi video bagi pelajar yang dua bulan lagi Ujian Tulisan Berbasis Komputer.

    Setahun awal Sibejoo telah membuat sekitar 4000 video tutorial belajar. Setelah baru sedikit yang diunggah lewat website, rumah markas mereka di Cimahi kebobolan maling. Mayoritas koleksi video di server lenyap beserta data cadangannya di komputer. Sebagian yang tersisa mengalami kerusakan data. Para anggota kata Heri kemudian mengalihkan tenaganya sebagai relawan bencana. Mereka membantu korban di area Jawa Barat seperti Garut, Sumedang, dan Bandung Selatan yang rutin kebanjiran tiap musim hujan. 

    Baru dua tahun belakangan Sibejoo ngebut lagi membuat video belajar gratis. Walau ada pihak lain yang mempertanyakan cara itu mereka tetap keukeuh. Jumlahnya kini sekitar 3000 rekaman di YouTube dengan 125 ribu subscriber. “Kami ingin Sibejoo milik semua, saya yakin tidak semua orang mau gratis tapi ada juga yang mau bayar,” ujar Heri. Sarjana Ilmu Komputer dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada angkatan 2000 itu dulu mengaku sempat kesulitan ekonomi. Ketika semua kuliahnya beres, Heri mengambil cuti tiga tahun untuk berbisnis lalu kembali ke kampus untuk menyelesaikan skripsi.

    Tantangan terberat Sibejoo selama ini menjaga pergerakan dana terus berjalan. Paling tidak kata Heri untuk menutupi biaya operasional seperti listrik, Internet, dan ongkos. Setiap bulan rata-rata Rp 10 juta. Adapun rumah markas mereka di komplek Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat hasil wakaf dermawan. Tidak membuka kelas bimbingan belajar berbayar, kebutuhan komunitas Sibejoo ikut ditopang penjualan produk buku bahasan pelajaran dan ragam soalnya serta monetisasi YouTube.

    Selain itu tantangan soal konten edukasi, tim harus mengatasi masalah guru yang tidak percaya diri saat rekaman video di studio. Terutama, kata Heri, guru-guru non-milenial. Ada yang sulit mengajar tanpa murid langsung di hadapannya. “Kalau ngajar biasanya bagus pas ketemu kamera nyalinya jadi ciut,” ujar dia. Kalau masih juga gagal dilatih tampil, keputusan lain yaitu mengajar hanya dengan suaranya saja.

    Menurut Heri, tantangan lain dalam pembuatan video belajar ini soal tampilan yang belum semenarik video prank misalnya atau konten hiburan lain. Ada beberapa video contoh buatan luar negeri. ”Tapi butuh tim dan alat yang luar biasa,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.