5 Fakta tentang Sperma, Mereka Tidak Berenang Lurus

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sperma. Shutterstock

    Ilustrasi sperma. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sel sperma adalah salah satu sel yang ajaib. Cukup satu sel saja dapat menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, bagi Anda yang berhubungan seksual dan sedang tidak merencanakan kehamilan, wajib berhati-hati saat mengeluarkan sperma. Pasalnya, kehamilan mungkin terjadi jika vagina bersentuhan dengan kain atau benda yang mengandung sperma basah. Atau bahkan ketika melakukan ejakulasi di dubur, cairan sperma dapat menetes ke pembukaan vagina. Sel sperma dapat menyebabkan kehamilan selama masih hidup.

    Jika Anda memiliki pengetahuan yang terbatas seputar sperma dan kehamilan, fakta-fakta menarik seputar sperma ini wajib Anda baca.

    1. Cairan pra-mani bisa menyebabkan kehamilan
    Banyak orang yang masih beranggapan bahwa cairan pra-mani yang keluar sebelum ejakulasi tidak menyebabkan kehamilan. Padahal, faktanya cairan pra mani juga mengandung sperma yang dapat menyebabkan kehamilan bahkan ketika Anda tidak ejakulasi di dalam vagina.

    2. Sperma tidak berenang lurus
    Banyak orang yang membayangkan bahwa ketika sperma berenang menuju sel telur sama seperti sebuah perlombaan renang yang besar. Faktanya tidak semua sperma berenang lurus menuju sel telur. Dari sekian banyak sel sperma yang dikeluarkan, ada yang bergerak maju, membentuk lingkaran, hingga yang diam di tempat. Pergerakan ini disebut sebagai motilitas sperma.

    3. Kualitas sperma yang subur dan sehat dapat bertahan sepanjang umur hidup pria tersebut
    Ada mitos yang mengatakan bahwa kualitas sperma tetap subur dan sehat sekalipun sang pria sudah tua. Hal ini tentunya salah.

    Meski kemampuan produksi sperma pada pria berlangsung seumur hidup - dibuktikan oleh pria berusia lanjut masih dapat memiliki anak – tetapi kualitasnya akan semakin menurun. Bahkan sebuah penelitian di tahun 2017 mengatakan, sperma dari pria yang sudah tua memiliki kemungkinan menghasilkan anak yang memiliki kondisi medis tertentu yang tidak dimiliki orangtuanya. Perlu diketahui bahwa pria juga dapat mengalami menopause seperti wanita, namun untuk pria istilah ini dikenal sebagai andropause.

    4. Semakin banyak sperma semakin baik untuk kehamilan
    Meski hal ini sepintas terdengar logis, faktanya jumlah sperma yang terlalu banyak malah dapat meningkatkan kelahiran janin yang tidak normal. Pada dasarnya, sel telur hanya butuh satu sel sperma untuk pembuahan. Namun dengan meningkatnya jumlah sperma, maka terjadi konsentrasi jumlah sperma yang akan masuk ke sel telur. Hal ini menyebabkan meningkatnya kemungkinan sel telur dibuahi oleh dua atau banyak sel sperma. Dalam dunia medis hal ini disebut sebagai polyspermy. Polyspermy juga meningkatkan risiko terjadinya mutasi DNA pada janin yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi down syndrome atau cacat bawaan pada organ jantung, pernapasan, dan lain-lain.

    5. Anda tidak dapat mengubah rasa sperma
    Ada yang mengatakan bahwa mengonsumsi nanas dapat membuat rasa sperma Anda lebih manis. Sayangnya, nanas atau buah-buahan lainnya tidak dapat membuat rasa sperma Anda menjadi manis. Dan hal ini didukung oleh fakta tidak adanya penelitian yang menyatakan bahwa makanan dapat memengaruhi rasa sperma.

    Sama seperti keringat dan cairan lain dari tubuh, aroma dan rasa sperma sangat berkaitan erat dengan faktor genetik dan gaya hidup Anda. Aroma dan rasa sperma dari setiap orang itu unik.

    Sperma dapat hidup lebih lama jika kondisi lingkungan sekitarnya mendukung. Contohnya kondisi lembap dan hangat seperti bagian dalam vagina. Ada baiknya untuk selalu menggunakan alat pelindung seperti kondom jika Anda ingin melakukan hubungan seksual saat tidak mengharapkan kehamilan. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan pasangan Anda hamil secara signifikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.