Pakar Sebut Alasan Orang Suka Pamer Pasangan di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada orang-orang yang sering menggunakan foto bersama pasangan di foto profil dan mengunggah foto terbaru di media sosial hingga menyebutkan bahwa pasangannya sangat romantis. Orang seperti ini cenderung lebih puas dengan hubungan mereka, namun tidak selalu sepenuhnya berhubungan dengan pasangannya.

    Ada juga yang memamerkan pasangan di media sosial untuk menunjukkan memiliki hubungan baik dan memuaskan dengannya. Pamer adalah kompensasi yang dilakukan untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwa hubungan asmaranya selalu baik-baik saja.

    Penelitian baru dari Kori Krueger dan Amanda Forest menemukan motif lain. Penelitian menemukan bahwa pamer hubungan asmara untuk melindungi pasangan. Ada dua cara melindungi pasangan dengan memamerkan melalui media sosial.

    Media sosial memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan jaringan besar orang. Beberapa di antaranya bisa menjadi mitra romantis potensial.

    Dengan memiliki foto profil pasangan dan mengunggah tentang hubungan, maka ini memberi isyarat kepada orang lain Anda telah memiliki orang yang disayangi.

    Media sosial juga memberi pasangan peluang yang sama. Dengan menampilkan hubungan asmara secara daring, Anda juga memberi sinyal kepada saingan romantis potensial bahwa orang yang berfoto bersama telah menjadi milik Anda. Dengan demikian, dua motif tersebut bisa mencegah Anda tergoda untuk menyimpang dan kecil kemungkinannya pasangan akan tergoda juga.

    Krueger dan Forest melakukan dua penelitian untuk membantu memahami bagaimana motif perlindungan hubungan ini dapat menjelaskan mengapa orang-orang mengunggah tentang hubungan asmara mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.