Buku Anak 'Le Petit Prince' Diterjemahkan ke Bahasa Bali

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku Le Petit Prince. Amazon.com

    Buku Le Petit Prince. Amazon.com

    TEMPO.CO, JakartaBuku cerita anak klasik dari Prancis yang berjudul "Le Petit Prince" karya Antoine de Saint-Exupery, diluncurkan dalam versi buku terjemahan berbahasa Bali dengan judul "Raja Cenik".

    "Buku ini sebelumnya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Spanyol, Rusia, Belanda, Swedia, Vietnam dan Italia. Kali ini Bahasa Bali mendapatkan kehormatan sebagai bahasa ke-441 yang dipakai untuk menceritakan kisah yang ada di buku terkenal ini," ujar penerbit buku, Pascal Hierholz, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin 10 Februari 2020.

    Ia mengatakan, terbitnya buku "Raja Cenik" tersebut, tidak terlepas dari sejumlah pihak yang telah banyak membantu dalam proses penerbitan, seperti Alliance Francaise Bali dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

    Untuk ahli alih Bahasa Bali dalam buku Raja Cenik ini yaitu seniman Cokorda Sawitri dan sebagai ahli aksara Bakinya ada Dharma Putra yang terlibat selama proses penerbitan. Di buku ini juga selain diterjemahkan ke dalam bahasa Bali juga ada aksara Balinya.

    Pascal Hierholz berharap melalui buku "Raja Cenik" yang diluncurkan juga sebagai salah satu bagian dari kegiatan Festival Bulan Bahasa Bali itu, bisa mengajak berbagai pihak untuk melestarikan dan mempelajari lebih dalam tentang Bahasa Bali.

    "Kami harap buku ini bisa juga menginspirasi generasi muda khususnya di Bali untuk lebih mencintai bahasa dan aksara Bali. Sehingga nantinya dapat melahirkan karya-karya berkelas dunia. Ini juga merupakan ungkapan keprihatinan dan kepedulian kami agar penggunaan bahasa Bali tidak luntur kedepannya," ujar Pascal.

    Dalam peluncuran buku itu, juga dilakukan pameran karya seni lukis di Museum Pasifika, Nusa Dua, oleh delapan seniman dari tanah air dan mancanegara, yaitu Pascal Hierholz, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Wayan 'Kun' Adnyana, seniman asal Belanda John Vander Sterren, Janggo Paramartha dari Bali, seniman Bali Putu Pinky Sinanta, Lala Tamara dari Jakarta, I Gusti Nyoman Dharta serta Budi Karyono juga dari Bali.

    "Saya bersama tujuh seniman lain kali ini membuat berbagai karya yang terinspirasi dari kisah cerita yang ada pada buku Raja Cenik ini," ujar Pascal.

    Di Indonesia, sejauh ini buku "Le Petit Prince" telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali. Rencananya, buku tersebut juga akan diterjemahkan ke bahasa Jawa dan Bahasa Sunda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.