Ramai Save Babi, Ini Tips Memilih dan Mengolah Daging Babi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memilih babi panggang yang dijual dijalan untuk persiapan Tahun Baru Imlek di Phnom Penh, Kamboja, 4 Februari 2019. Warga Kamboja mempersiapkan daging babi panggang untuk sajian pada perayaan Imlek. REUTERS/Samrang Pring

    Seorang pria memilih babi panggang yang dijual dijalan untuk persiapan Tahun Baru Imlek di Phnom Penh, Kamboja, 4 Februari 2019. Warga Kamboja mempersiapkan daging babi panggang untuk sajian pada perayaan Imlek. REUTERS/Samrang Pring

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan masyarakat sempat unjuk rasa di Medan dengan tajuk 'Save Babi' pada Senin, 10 Februari 2020. Mereka menentang rencana pemerintah daerah memusnahkan binatang ternak itu karena kabar merebaknya virus flu Babi Afrika. Daging babi dianggap masyarakat setempat berperan meningkatkan roda ekonomi mereka serta memiliki makna budaya khusus.

    Banyak ahli kesehatan juga meyakini bahwa selama dikonsumsi secara moderat, daging babi tanpa lemak tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, ingatlah bahwa manfaat daging babi baru akan terasa jika Anda mengonsumsi potongan daging yang tanpa lemak dengan frekuensi yang tidak berlebih.

    Massa yang mengatasnamakan gerakan #Save Babi melakukan aksi long march saat menolak pemusnahan ternak babi, di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, Senin, 10 Februari 2020. Dalam orasinya mereka menolak pemusnahan ternak babi terkait wabah African Swine Fever (ASF). ANTARA/Septianda Perdana

    Untuk mendapatkan manfaat daging babi dengan optimal, Anda tentu perlu memilih dan mengolahnya dengan benar. Berikut tips yang bisa Anda cermati:

    1. Jangan sembarangan memilih bagian daging babi
    Pilihlah potongan daging babi has dalam atau pork tenderloin. Pasalnya, bagian ini memiliki sedikit lemak. Selain itu, daging babi has dalam juga biasanya tidak mengandung gula dan garam tambahan maupun pengawet.

    2. Cermati cara menyimpannya
    Jika Anda membeli daging babi potong, ketahuilah bahwa daging ini hanya dapat bertahan selama 2-4 hari dalam kulkas. Tapi bila disimpan dalam freezer pada suhu di bawah 0 derajat celcius, daging bisa tahan lama hingga enam bulan. Berbeda pula dengan daging babi cincang karena daging ini hanya dapat bertahan selama 1-2 hari dalam kulkas.

    3. Jangan dimakan mentah
    Hindari mengonsumsi daging babi yang masih mentah atau kurang matang. Daging babi mentah bisa mengandung berbagai jenis parasit penyebab penyakit. Daging babi yang tidak segar dapat mengandung cacing, dalam istilah medis penyakit ini disebut Taenia solium alias cacing pita babi. Jadi, pastikan daging benar-benar dimasak matang sebelum Anda menyantapnya.

    4. Perhatikan cara memasaknya
    Daging babi sebaiknya dimasak pada suhu antara 63-71 derajat Celsius. Ketika Anda memasaknya, para ahli kesehatan menganjurkan Anda untuk mengukur suhu pada bagian daging yang paling tebal tanpa menyentuh tulang, guna memastikan temperaturnya.

    Seperti daging lainnya, daging babi kaya akan protein serta vitamin dan mineral. Manfaat daging babi untuk menjaga massa otot hingga meningkatkan performa fisik. Namun Anda harus mengolah daging babi dengan benar agar mendapatkan khasiatnya secara optimal. Karena daging babi yang masih mentah atau kurang matang bisa menyimpan parasit yang berbahaya bagi kesehatan.

    Bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan juga dengan dokter mengenai keamanan serta porsi konsumsi daging babi untuk Anda. Dengan ini, kesehatan Anda pun tidak terganggu.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.