7 Dampak Buruk Kurang Minum Air Putih, Bau Mulut dan Konstipasi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air putih (pixabay.com)

    Ilustrasi air putih (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Air penting untuk kehidupan manusia. Akibat kurang minum air putih bisa berdampak besar mulai dari dehidrasi, sakit, stres, dan banyak lagi. Gejala awalnya adalah haus berlebih hingga merasa lemas.

    Bahkan manusia bisa bertahan lebih lama hidup tanpa asupan makanan ketimbang tanpa asupan cairan. Maklum, 60 persen tubuh manusia terdiri dari cairan. Segala aktivitas bisa membuat cairan tersebut berkurang dan harus 'diisi ulang'.

    Ilustrasi menuang air putih ke gelas. shutterstock.com

    Dehidrasi adalah akibat kurang minum air putih yang paling jelas. Meski demikian, dehidrasi ini juga dapat menyebabkan berbagai masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Apa saja?

    1. Diabetes
    Orang yang merasa dehidrasi akan merasa ingin sekali mengonsumsi makanan manis. Hal ini terjadi karena liver mengalami masalah dalam memecah glikogen menjadi glukosa untuk aliran darah. Lagi-lagi, terganggunya sistem ini terjadi karena kurang cairan. Apabila dibiarkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin konsumsi gula menjadi berlebihan. Konsekuensinya, penyakit diabetes pun mengintai.

    2. Sakit kepala
    Merasakan nyeri di kepala juga bisa menjadi akibat kurang minum air putih. Rasa nyeri ini bisa dari ringan hingga benar-benar mengganggu. Sakit kepala ini terjadi karena otak mengalami penyusutan sementara karena kurangnya asupan cairan. Ketika asupan cairan tercukupi, maka otak akan kembali ke bentuknya semula dan sakit kepala pun hilang.

    3. Rasa kantuk berlebihan
    Wajar jika seseorang merasa mengantuk karena kurang tidur atau belum mendapat asupan kafein yang setiap hari menemaninya. Namun berbeda halnya dengan orang yang mengalami dehidrasi akibat kurang minum air putih. Dalam penelitian di Inggris pada tahun 2015 lalu, satu dari setiap lima pasien yang kekurangan cairan akan merasa sangat mengantuk. Namun rasa kantuk ini tidak sesederhana bisa hilang dengan tidur sejenak. Tubuh akan terasa lelah dan kurang bertenaga.

    4. Bau mulut
    Membiarkan mulut kering karena kekurangan cairan adalah undangan bagi masuknya bakteri. Itulah mengapa salah satu akibat kurang minum air putih adalah halitosis atau bau mulut. Faktanya, minum air putih dapat memecah saliva dan menghilangkan bau mulut akibat bakteri.

    5. Konstipasi
    Tak hanya kurang serat, konstipasi juga merupakan akibat kurang minum air putih. Tanpa adanya cukup cairan dalam sistem cerna, usus besar akan menyerap air dari feses. Akibatnya, feses menjadi lebih padat dan sulit keluar.

    6. Kulit kering
    Pelembap termahal sekalipun belum tentu bisa mengatasi masalah kulit kering apabila pemicunya adalah akibat kurang minum air putih. Berbeda dengan kondisi kulit orang dengan tipe kulit kering, mereka yang mengalami kulit kering akibat kurang cairan akan cenderung merasakan gatal dan rentan iritasi.

    7. Sulit berkonsentrasi
    Sering lupa apa yang akan dilakukan atau kurang sinkron antara apa yang diucapkan dan dipikirkan? Bisa jadi tanda-tanda konsentrasi berkurang akibat kurang minum air putih. Menurut penelitian yang digelar tahun 2012 dengan melibatkan responden perempuan muda, mereka yang mengalami dehidrasi ringan lebih sulit berkonsentrasi bahkan pada tugas-tugas sederhana. Tak hanya itu, mereka juga kesulitan menjaga rentang fokus untuk jangka waktu singkat sekalipun.

    Dehidrasi ringan dalam jangka pendek bisa menyebabkan seseorang mengalami mual, sakit kepala, dan beberapa gejala lain di atas. Namun dehidrasi kronis pada jangka panjang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal, munculnya batu ginjal, hipertensi, infeksi saluran kemih, hingga demensia.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.