Hari Internet Aman Sedunia, Simak Tips agar Tak Termakan Hoaks

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanggal 11 Februari 2020 diperingati sebagai Hari Internet Aman Sedunia atau Safer Internet Day. Secara garis besar, ini ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman.

    Khususnya di Indonesia, salah satu masalah terbesar yang berkaitan dengan dunia maya adalah hoaks atau kabar bohong. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) pada 2019, setidaknya terdapat 800 ribu hoaks yang beredar. Tentu hal ini sangat meresahkan.

    Untuk mengatasi hoaks yang banyak beredar sehingga penggunaan internet menjadi lebih sehat dan aman, Head of Public Policy Google Indonesia, Putri Alam, pun membagikan tips. Pertama, ia mengimbau agar setiap orang selalu memeriksa kredibilitas situs. Contohnya, apakah situs tersebut berdiri tunggal atau termasuk dalam blog yang tidak jelas.

    “Perhatikan juga apakah URL situs sama dengan nama dan informasi perusahaan yang dicari. Misalnya, seharusnya Tempo.co menjadi Tempo.com,” katanya saat ditemui usai acara Tangkas Berinternet di Jakarta pada 10 Februari 2020.

    Putri juga mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan ulang setiap informasi yang didapat. Contohnya, ada hoaks yang baru beredar tentang virus corona disebarkan lewat telepon genggam.

    “Kebanyakan seperti ini didapat lewat pesan berantai. Kita cek dulu di berbagai website, benar atau tidak. Jangan langsung dikirim kembali ke orang lain,” katanya.

    Terakhir apabila ada orang yang melakukan kesalahan dengan mengirim berita bohong, Putri mengimbau agar mereka diingatkan. Apabila itu bukan orang yang dikenal dan unggahan sangat mengganggu, segera laporkan.

    “Dengan kita melapor, misalnya ada hoaks di Instagram dan dilaporkan ke aplikasinya, kita sudah bisa membantu orang untuk tidak termakan kebohongan yang sama,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.