Kiat Aman Menggunakan WhatsApp

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp

    Ilustrasi WhatsApp

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang di Indonesia memakai layanan WhatsApp untuk berkomunikasi. Selain lebih murah daripada pesan singkat, aplikasi yang dimiliki oleh Facebook ini juga memiliki beragam fitur seperti telepon, pesan suara, dan panggilan video.

    Pengguna WhatsApp kini telah mencapai 2 miliar orang. WhatsApp juga menyatakan memberikan perlindungan pada penggunanya melalui enkripsi unjung-ke-ujung (end-to-end encryption). Enkripsi ujung-ke-ujung berarti tidak ada orang lain selain Anda dan orang yang berada dalam percakapan yang dapat membaca atau mendengar konten pesan tersebut, bahkan WhatsApp sekali pun.

    Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai enkripsi ujung-ke-ujung dan untuk mengetahui fitur-fitur privasi dan keamanan dari WhatsApp, pengguna dapat mengunjungi situs privasi WhatsApp yang baru di WhatsApp.com/privacy. Situs ini menunjukkan seberapa mudah Anda dapat memahami dan menyesuaikan pengalaman di WhatsApp serta untuk mendapatkan kontrol penuh terhadap pengaturan privasi dan keamanan. Berikut lima tips keamanan di WhatsApp.

    Verifikasi dua langkah
    Verifikasi dua langkah memberikan keamanan tambahan yang mengharuskan Anda untuk memasukkan PIN enam digit saat mengatur ulang dan memverifikasi akun WhatsApp. Fitur ini membantu untuk mencegah orang lain mengakses akun WhatsApp Anda apabila kartu SIM dicuri atau nomor rusak.

    Mengatur fitur Verifikasi Dua Langkah sangat mudah dan bisa ditemukan dalam tab Akun dalam pengaturan WhatsApp. Klik di sini jika ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana mengaktifkannya.

    Privasi profil
    Anda memiliki kewenangan untuk mengontrol informasi apa saja yang dapat dibagikan dengan orang lain dalam profil pribadi di WhatsApp. WhatsApp memungkinkan Anda memutuskan dengan siapa ingin membagikan informasi profil, apakah itu semua orang, daftar kontak, atau tidak ke siapa-siapa.

    Kapan pun itu, Anda dapat membatasi fitur Terakhir Dilihat (Last Seen), Foto Profil, Tentang (About), dan Status dalam pengaturan privasi di WhatsApp. Ketahui lebih lanjut bagaimana mengatur fitur ini pada iPhone dan Android.

    Pengaturan privasi grup
    Pengaturan Privasi Grup memungkinkan Anda untuk mengontrol siapa saja yang dapat menambahkan Anda ke dalam grup sehingga Anda dapat memilih obrolan dari grup mana yang diinginkan untuk menjadi bagian keseharian. Untuk mengaktifkannya, Anda dapat membuka Setelan/Pengaturan dalam aplikasi, lalu ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi berikut, “Kontak Saya Kecuali”, “Kontak Saya”, atau “Semua Orang”.

    Opsi "Kontak Saya" berarti hanya pengguna yang tercantum di buku alamat yang dapat menambahkan Anda ke grup, sedangkan opsi "Kontak saya, kecuali..." memberikan kendali tambahan untuk menentukan siapa di antara kontak yang dapat menambahkan Anda ke grup.

    Kunci WhatsApp dengan Touch ID atau Face ID
    WhatsApp menawarkan penggunanya memperoleh lapisan keamanan tambahan terhadap akunnya dengan Touch ID dan Face ID untuk iPhone, dan Sidik Jari untuk Android. Sebagaimana aplikasi perbankan, Anda dapat memilih untuk secara otomatis mengunci Anda keluar dari aplikasi begitu Anda menutup aplikasi, atau setelah beberapa lama tidak aktif.

    Perbarui aplikasi secara teratur
    WhatsApp senantiasa bekerja untuk meningkatkan kualitas layanan untuk para pengguna. Itu sebabnya banyak pembaruan yang melibatkan fitur keamanan baru lebih baik. Untuk memastikan standar keamanan Anda selalu terjaga, pastikan WhatsApp diperbarui ke dalam versi terbaru yang tersedia.

    Jika ponsel tidak memiliki opsi pengaturan pembaruan aplikasi secara otomatis, maka Anda secara manual harus memperbarui WhatsApp dengan cara mengunjungi App Store/Play Store pada ponsel lalu telusuri kata ‘WhatsApp’, dan klik ‘Perbarui’. Sebagai tambahan, Anda harus memastikan bahwa sistem operasi ponsel selalu diperbarui untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaru dari Apple atau Google.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.