Lucinta Luna Gunakan Benzo, Ini 3 Dampak Jangka Panjangnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna saat menyampaikan permohonan maafnya di Polres Jakarta Barat, Kamis, 13 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Lucinta Luna saat menyampaikan permohonan maafnya di Polres Jakarta Barat, Kamis, 13 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Lucinta Luna sedang menjadi sorotan terkait penggunaan psikotropika. Dalam penggerebekan di Apartemen Thamrin City, Jakarta Barat, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyatakan bahwa Lucinta Luna terbukti mengkonsumsi Benzo.

    Hal tersebut pun dipertegas dengan hasil tes urine yang dikerjakan pada Selasa pagi, 11 Februari 2020. “Tes urine menunjukkan LL positif Benzo, yang termasuk psikotropika," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

    Melansir dari situs Medical News Today, Benzo atau Benzodiazepin umumnya digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk kecemasan dan insomnia. Ini adalah salah satu obat yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, terutama bagi pasien yang berusia tua.

    Benzodiazepin memiliki manfaat yang dapat membantu mengurangi kejang, mengendurkan otot, dan memicu agar mudah tidur. Penggunaan jangka pendek dari obat-obatan ini memang aman dan efektif. Namun, penggunaan jangka panjang amat kontroversial karena efek sampingnya. Situs Drug Abuse dan Addiction Hope pun menjelaskan tiga dampak utamanya.

    1. Bisa menyebabkan penurunan fungsi kognitif
    Seseorang yang mengkonsumsi Benzo dalam jangka panjang dapat mengalami penurunan fungsi kognitif. Hal ini termasuk melupakan hal-hal yang baru terjadi, melupakan memori yang dialami beberapa waktu lalu, hingga melupakan hal yang bahkan sangat mudah diingat. Hal ini pun dipertegas dari penelitian yang dikerjakan di Amerika Serikat. Ditemukan, sebanyak 60 orang dengan positif Benzo mengalami kerusakan yang sama pada otak.

    2. Meningkatkan risiko alzheimer
    Selain penurunan fungsi kognitif, Benzo juga bisa meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif, alzheimer. Dalam sebuah penelitian yang mempertimbangkan lama penggunaan benzo (setidaknya 5 tahun), ditemukan mereka yang mengkonsumsi benzo jauh lebih cepat mengalami alzheimer daripada mereka yang tidak mengkonsumsinya. Semakin banyak dosis yang digunakan, semakin tinggi pula risiko penyakit berkembang - 84 persen lebih tinggi dari yang menggunakan obat selama 6 bulan atau lebih.

    3. Dapat sekarat hingga kematian
    Orang yang mengkonsumsi Benzo juga memiliki risiko sekarat hingga menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan oleh sifat dari Benzo yang bisa membuat seseorang kecanduan sehingga susah lepas. Padahal pada akhirnya, berbagai pengujian menunjukkan bahwa Benzo dapat membunuh penggunanya. Dalam sebuah penelitian yang meneliti lebih dari 100 ribu peserta positif Benzo dan obat-obatan lainnya, ditemukan kematian dini terbesar terjadi pada pengguna Benzo.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MEDICALNEWS TODAY | DRUGABUSE | ADDICTIONHOPE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.