Bayi Batuk Pilek, Haruskah Selalu Minum Obat? Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit flu/pilek. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat bayi Anda mengalami sakit batuk dan pilek, apa yang akan Anda lakukan sebagai orang tua? Apakah Anda akan langsung memberikannya obat? Dokter spesialis anak Arifianto mengatakan bahwa sakit batuk dan pilek pada bayi belum tentu solusinya selalu minum obat.

    Apin, sapaan dokter Arifianto mengatakan saat anak bayi pilek dan batuk, disebut juga dengan istilah selesma atau commoncold. Hal ini sangat berbeda dengan flu. “Orang tua sering menyamakan batuk dan pilek dengan flu. Padahal berbeda,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Dalam kondisi flu dan batuk alias selesma atau commoncold itu, berbagai penelitian dari ahli kesehatan telah membuktikan bahwa tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Sebab, daya tahan tubuh anak sudah cukup kuat untuk membunuh virus penyebab pilek dan batuk. “Jadi jelas sekali tidak perlu antibiotik ataupun antivirus,” katanya.

    Agar mempercepat kesembuhan dan membantu memperkuat daya tahan tubuh, Apin itu mengimbau tiga hal dari orang tua. Pertama, menjaga kecukupan cairan anak. Menurutnya, batuk terjadi lama lantaran ada dahak dan lendir. “Dengan minum banyak air, anak akan lebih mudah menelan dahak sehingga mengurangi batuk,” katanya.

    Selanjutnya, orang tua diminta untuk senantiasa menggendong anak khususnya mereka dengan usia di bawah tiga tahun. Karena saat anak mengalami hidung tersumbat, mereka mudah terbangun saat tidur dan gampang muntah. “Dengan menggendong, tubuh anak jadi vertikal sehingga menelan sesuai gaya gravitasi. Kalau dia tiduran di kasur terus, risiko hidung tersumbat dan sebagainya lebih lama,” katanya.

    Terakhir adalah bersabar. Sebab menurut Apin, orang tua seringkali ingin segala sesuatu dengan instan termasuk kesembuhan. “Perlu dipahami bahwa tidak semua penyakit membutuhkan obat sehingga dibutuhkan kesabaran untuk menunggu kerja daya tahan tubuh dalam memerangi penyakitnya. Sabar juga harus menggendong dan mengurusi anak,” katanya.

    Dalam unggahan di akun Instagramnya, Apin pun tidak meresepkan obat kepada anak. Di kertas resep, ia malah menuliskan tentang informasi seputar batuk dan oilek. Unggahan yang sempat viral itu mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari para netizen. Banyak pula yang menyampaikan berbagai pertanyaan tentang resep unik Apin itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.