Bulan Valentine, Female Radio Ajak Wujudkan Cinta dengan Dongeng

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua mendongeng. momjunction.com

    Ilustrasi orang tua mendongeng. momjunction.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam memperingati Hari Valentine alias bulan penuh kasih sayang di bulan Februari, 97,9 Female Radio menyuarakan #WhereLoveIsOn – sebuah ajakan kepada setiap orang untuk mencintai hidup lebih dari sebelumnya dan menebar cinta kepada sesama. Wujud dari ajakan tersebut, salah satunya adalah mengajak para orang tua, khususnya pendengar Female Radio untuk menuangkan rasa cinta dan kasihnya kepada sang buah hati. Salah satu caranya adalah dalam program #AyoMendongeng sebagai salah satu wujud nyata para orang tua untuk menyediakan waktu menjalin hubungan erat dengan anak-anak melalui kegiatan mendongeng. Program #AyoMendongeng akan dimulai pada Senin, 17 Februari 2020, melalui siaran pagi Happy Morning Besties, yang digawangi oleh duo penyiar, Ben Kasyafani dan Sissy Prescilia.

    Program ini berawal dari keprihatinan pada isu dan masalah yang mengakibatkan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa rentan alami gangguan mental. Dengan memulai hari dengan cinta, mencintai hidup lebih, baik kepada diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial serta melakukan sungguh-sungguh apa yang disukai adalah spirit yang ingin disebarkan untuk pendengar Female. Harapannya, semangat kasih itu bisa diserap oleh sebanyak orang, hingga membantu para ibu dalam membesarkan anak-anak mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang."Agar mampu mengembangkan kesehatan mental dan fisik yang baik," ujar Gita Abimanyu, Chief Operating Officer Female Radio dala keterangan pers yang diterima Tempo pada 14 Februari 2020.

    Menurut Psikolog Retno Dewanti Purba, bicara tentang kesehatan keluarga maka itu artinya adalah kesehatan jiwa dan raga. Keduanya sama pentingnya, dan bisa saling mempengaruhi satu sama lain. Jika sejak dini anak diajak untuk mengenali rasa, emosi dan pikirannya maka ini akan menjadi bekal baik bagi kehidupan si anak. Kehidupan yang membutuhkan pengenalan diri yang kuat, pemahaman akan orang lain yang akurat dan pengenalan lingkungan. "Ayah, bunda dan orang dewasa hendaknya dengan sadar membangun interaksi yang kaya dengan anak. Dari kita mereka belajar banyak hal dan dari mereka kita juga belajar hal yang sama," kata Retno.

    Ilustrasi orang tua mendongeng. goodnet.org

    Ia menambahkan bahwa salah satu cara interaksi yang patut dicoba adalah mendongeng. Dari kegiatan itu, orang tua bisa mengajak anak mengenali emosi dan mengekspresikannya. Dengan mendongeng orang tua bisa mengajak anak merengkuh berbagai rasa dan emosi: senang, gembira, terkejut, cemas, marah, takut, berani dan sebagainya. "Dongeng bisa jadi medium yang baik untuk mengenalkan anak pada hal-hal yang abstrak seperti nilai, moral, keyakinan, empati, peduli, sayang, cinta dan sebagainya. #AyoMendongeng merupakan langkah awal mendekatkan diri dan menjalin ikatan anak,” katanya.

    Memang orang tua masa kini menghadapi berbagai tantangan yang cukup pelik. Menyiapkan waktu tak kurang dari 15 hingga 30 menit setiap harinya dapat memaksimalkan kualitas interaksi orang tua dan anak jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini dirasakan oleh Sissy Prescilia, ibu dua orang anak laki-laki. Bagi Sissy, tidak ada waktu sisa buat anak. "Justru saya menyiapkan waktu khusus agar bisa bonding dengan kedua anak laki-laki saya yang super aktif," katanya.

    Sebagai penyiar, Sissy mengatakan ada banyak informasi tentang parenting yang ia dapat dari berbagai narasumber. Hal itu membuat saya semakin mencintai diri sendiri sebagai seorang ibu dan istri. Muncul keinginan yang besar untuk tidak sekedar teori dalam mendidik anak, tapi bagaimana mampu dalam penerapan kesehariannya dikerjakan dengan penuh cinta dan kasih sayang, agar anak-anak memiliki kesehatan mental kuat. "Saya tidak ingin jadi ibu yang khawatir berlebihan, yang membuat terlalu banyak larangan pada anak-anak hingga tumbuh kembang mereka terganggu. Itu sebab kenapa penting bagi saya menyiapkan waktu khusus untuk anak," katanya.

    Penyiar Ben Kasyafani, sangat antusias ketika menerima pinangan Female untuk kembali siaran. “Kembali menjadi penyiar pagi di Female radio merupakan vitamin C (cinta) buat saya. Bukan sekedar menghibur, namun banyak cerita kehidupan menarik dari pendengar yang bisa jadi hikmah untuk saya," katanya. Bahkan terkadang sesampai rumah cerita tersebut Ben ceritakan kembali kepada istri dan anak, sebagai momen kebersamaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.