Mau Buka Kedai Kopi, Ini 4 Hal yang Harus Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis kedai kopi mulai diminati banyak orang. Pasalnya, gaya hidup anak muda saat ini lebih senang nongkrong dan membutuhkan teman saat bercengkerama dengan kerabat. Tentu ini bisa menjadi peluang bisnis buat yang memang tertarik untuk membuka kedai kopi.

    Namun, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan sebelum membuka kedai kopi itu sendiri. Barista Gabriela Karen Fernanda mengungkapkan empat di antaranya. Pertama adalah kesiapan secara material atau keuangan sebab membuka kedai kopi tidak murah, khususnya untuk alat.

    “Paling mahal itu saat harus beli alat. Alat untuk buat kopi kan banyak sekali dan itu harganya selangit. Jadi, harus benar-benar menyiapkan anggaran dengan matang,” katanya saat ditemui dalam acara Indonesia Coffee and People Festival di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Lokasi berjualan kopi juga harus dipilih dengan tepat. Misalnya, seseorang wajib melihat apakah tempat yang diinginkan sudah memiliki kedai kopi atau belum.

    “Kalau sudah ada kedai kopi di sekitar, kemungkinan orang tidak akan datang ke kita. Tapi kalau cuma satu kan lebih mudah menarik pelanggan,” ungkapnya.

    Memilih tempat-tempat yang ramai, seperti pusat perbelanjaan dan pusat jajan juga bisa menjadi pilihan sebab laju penjualan dimungkinkan tidak akan mati.

    “Tempat-tempat yang banyak pengunjung membuat kemungkinan dibeli jadi lebih besar daripada di lokasi sepi,” jelasnya.

    Memperhatikan tren minuman juga tak kalah penting. Agar bisnis kedai kopi meroket di awal, ada baiknya seseorang mengikuti minat pasar. Menurut Gabriela, minuman yang sedang banyak diminati itu adalah kopi susu.

    “Dengan minat yang tinggi kepada kopi susu dan Anda punya produknya, orang pasti tertarik untuk hadir,” tuturnya.

    Terakhir, soal harga dari produk yang dijualkan. Gabriela mengimbau agar tidak terlalu mahal sebab segmentasi untuk pecinta kopi tidak hanya orang dewasa namun juga para kaum milenial.

    “Kalau bisa menyesuaikan kantong mahasiswa,” tegasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.