Mitos Virus Corona, Pahami Faktanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Banyak mitos seputar pencegahan virus corona. Padahal, obat atauvaksin untuk virus yang kini bernama Covid-19 itu sendiri belum ditemukan.

    Untuk mengakhiri semua informasi yang salah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis catatan yang membantah beberapa mitos tentang virus corona. Berikut adalah uraiannya, dilansir Indian Express.

    Pengering tangan tidak dapat membunuh virus corona baru
    Sebelumnya sempat dilaporkan bahwa udara panas dari pengering tangan selama 30 detik dapat menghapus virus dari tangan. Faktanya, hal tersebut tidak benar. Untuk menghilangkan virus, seseorang harus mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan yang mengandung alkohol. Lalu, tangan dikeringkan dengan tisu atau pengering hangat.

    Lampu disinfeksi ultraviolet tidak boleh digunakan
    WHO memperingatkan bahwa radiasi ultraviolet dari lampu UV dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak boleh digunakan untuk mensterilkan tangan atau bagian tubuh lain.

    Pemindai termal mungkin tidak mendeteksi virus corona
    Bagi yang mengalami demam karena infeksi dengan virus corona, pemindai termal dapat bermanfaat dalam pendeteksian. Tapi itu bisa memakan waktu dua hingga 10 hari bagi seseorang untuk menjadi sakit dan mengalami demam. Skaner ini tidak dapat mendeteksi mereka yang terinfeksi tetapi belum mengalami demam, kata WHO.

    Menyemprotkan alkohol atau klorin tidak membunuh virus
    Walaupun tidak membunuh virus yang sudah masuk ke tubuh, zat-zat ini bisa berbahaya bagi pakaian dan selaput lendir.

    Aman menerima paket atau surat dari Cina
    Berlawanan dengan asumsi, sebenarnya aman menerima paket dari Cina. Virus corona tidak bertahan lama pada objek seperti surat atau paket, seperti yang dibuktikan dalam analisis sebelumnya, sehingga objek ini tidak berisiko tertular virus corona.

    Hewan peliharaan tidak menyebarkan virus corona
    "Saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru," tulis catatan WHO.

    Namun, seseorang harus mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan untuk melindungi diri dari bakteri umum seperti E-coli dan salmonella.

    Vaksin terhadap pneumonia tidak melindungi dari virus corona
    Virus ini baru dan membutuhkan vaksin sendiri. Vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib) tidak dapat memberikan perlindungan yang diperlukan.

    Membilas hidung dengan garam
    Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur akan melindungi seseorang dari infeksi virus corona baru. Membilas hidung secara rutin juga belum tentu mencegah infeksi pernapasan.

    Obat kumur tidak melindungi dari infeksi
    Belum ada bukti yang menunjukkan obat kumur dapat melindungi dari virus corona.

    Makan bawang putih
    Tidak ada penelitian yang menemukan mengonsumsi bawang putih sebagai tindakan pencegahan untuk infeksi virus corona.

    Antibiotik tidak dapat mencegah infeksi virus corona
    Antibiotik bekerja melawan bakteri tetapi bukan virus. Karena Covid-19 adalah virus, antibiotik tidak boleh digunakan untuk pencegahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.