Sebab Masker Tidak Efektif Cegah Penularan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

    TEMPO.CO, Jakarta - Masker menjadi barang yang diburu banyak orang di tengah merebaknya wabah virus corona, bahkan harganya naik gila-gilaan. Masyarakat banyak yang merasa terlindungi dari virus infeksi pernapasan corona atau COVID19 dengan menggunakan masker. Namun, kenyataannya penggunaan masker tersebut tidak seratus persen efektif terlindung dari virus.

    "Sebenarnya, masker biasa yang tersedia di pasaran tidak seratus persen efektif untuk melindungi dari virus karena virus masih dapat masuk. Selain itu, pengguna harus tahu bagaimana cara mengenakan dan melepas masker dengan benar. Jika Anda mengenakan masker biasa, bagian luarnya masih dapat terpapar virus. Maka, untuk melepasnya, jangan sentuh maskernya, tetapi copotlah masker melalui talinya. Lalu jika sudah langsung buang dan jangan menyentuh lembaran masker," ujar Deputy Director Program for Overseas Program dari Peace Winds Japan (PWJ), Saito.

    Di Jepang sendiri, pemerintah dan sejumlah lembaga nirlaba menerapkan beberapa cara untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Misalnya dengan melakukan sistem karantina yang ketat di perbatasan, bandara, dan pelabuhan, hingga sosialisasi penggunaan masker yang tepat. Dengan kondisi penyebaran wabah yang cepat, Saito turut mengajak sebanyak-banyaknya kolaborasi antarbangsa.

    "Ada banyak kasus di negara-negara lain termasuk negara-negara Asia, beberapa orang yang mengenakan masker diserang hanya karena mereka mengenakan masker. Kebencian semacam ini yang terjadi hanya karena wabah penyakit. Ini hal yang tidak perlu terjadi, tidak perlu ada benturan antarbangsa hanya karena ini. Yang kita butuhkan saat ini adalah kolaborasi kerja sama satu sama lain untuk menemukan solusi terbaik tidak hanya dalam lingkup nasional, tapi juga antarbangsa maupun komunitas dan masyarakat umum," jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Saito juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia maupun negara lain agar tetap bersikap tenang dan bertindak berdasarkan pengetahuan dari para spesialis. Masyarakat tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Hal ini karena meskipun virus corona merupakan virus baru dengan sistem yang berubah, tetapi tidak beracun sehingga tidak akan menyebabkan kematian secara langsung begitu saja. Namun, yang sangat perlu diperhatikan adalah para lansia yang mungkin sudah mengalami sakit sebelumnya.

    “Bahkan masyarakat umum tidak diharuskan membeli masker, yang harus mereka lakukan hanya mencuci tangan dan menjaga kebersihan tangan, serta jangan menyentuh area hidung atau wajah secara langsung ketika keluar rumah. Hal Ini lebih penting dari menggunakan masker. Walaupun ini adalah wabah yang luar biasa tetapi masyarakat harus bersikap tenang, karena jika panik maka semuanya akan menjadi lebih buruk," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.