Awas, 3 Tantangan TikTok Ini Dianggap Berbahaya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    Aplikasi TikTok. REUTERS/Danish Siddiqui/Illustration

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir - akhir ini TikTok kembali trending. Jejaring sosial yang mengalirkan video berdurasi 15 detik ini membuat penggunanya dapat menampilkan humor, musik dan berbagai tarian. Saat ini, semakin banyak pengguna TikTok melakukan berbagai tantangan. Jika tidak berhati-hati dalam melakukan tantangan, kegiatan yang seharusnya menyenangkan itu justri bisa menyebabkan cedera tubuh yang serius. Berikut merupakan 3 tantangan berbahaya yang beredar di jejaring sosial TikTok.

    1. Skullbreaker Challenge
    Dari namanya saja Anda sudah bisa menebak jika tantangan ini berbahaya. Skullbreaker challenge dilakukan oleh tiga orang yang berdiri sejajar lalu melompat. Dua orang di pinggi akan melompat dahulu, lalu kemudian peserta posisi tengah, akhirnya mengikuti langkah itu. Ketika si tengah melompat ke udara, dua orang di bagian pinggir akan menjegal kaki orang yang berada di tengah. Tindakan itu mengakibatkan satu orang dapat jatuh ke tanah, lalu mendarat dengan punggung dan kepala mereka. Polisi telah mendakwa dua remaja di daerah Daytona Beach, Florida, dengan pelanggaran ringan atas insiden yang terjadi disana. Selain itu, dua siswa di Meksiko baru-baru ini membuat versi “skullbreaker challenge” mereka sendiri, tetapi dilaporkan menggunakan sweter sebagai ganti kaki mereka dan mengakibatkan seorang gadis tersandung.

    2. Penny Challenge
    Tantangan yang juga dikenal sebagai "outlet challenge" ini sangat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. Dalam tantangan ini para remaja memasukkan bagian pengisi daya ponsel ke soket listrik, sebelum mencoba membuat percikan dengan menyentuh garpu dengan sebuah koin. Tindakan ini akan menimbulkan percikan api, kerusakan pada sistem kelistrikan hingga dapat menyebabkan kebakaran.

    3. Cereal Challenge
    Tantangan satu ini juga bisa memiliki hasil akhir yang berpotensi bahaya. Dalam tantangan ini, seseorang menuangkan susu dan sereal ke dalam mulut seseorang yang berbaring dengan mulut terbuka dan memakan menu sarapan itu dari mangkuk manusia. Semuanya bisa menjadi sangat berantakan, belum lagi bahaya tersedak bagi orang yang menjadi mangkuk.

    TikTok pun telah memberikan daftar pedoman komunitas yang menyatakan bahwa perusahaan tidak mengizinkan konten yang terlalu mengerikan atau mengejutkan, terutama yang mengandung kekerasan atau penderitaan. Kegiatan berisiko atau perilaku berbahaya lainnya yang tidak diperbolehkan adalah aksi amatir atau tantangan berbahaya.

    Psikolog Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan kebanyakan orang yang melakukan tantangan TikTok ini adalah anak remaja yang sedang mencari jati dirinya. Ia menyarankan agar orang tua yang memiliki remaja ikut membimbing mereka dalam menyalurkan keinginan untuk mencari jati diri anaknya pada hal yang lebih positif dan tidak mengandung bahaya. "Orang tua juga harus menyadarkan anak bahwa risiko tantangan yang viral di media sosial itu besar, sehingga penting untuk lebih berhati-hati," kata Hamdi di Tempo pada 17 Februari 2020.

    ALFI SALIMA PUTERI | NEWYORKPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).