Mau Dapat Tambahan Uang Saat Kuliah di Amerika? Simak Tips Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh HSBC pada tahun 2018, orang tua yang anaknya kuliah di Amerika Serikat harus mengeluarkan biaya sebesar 58 ribu dolar atau setara dengan 800 juta rupiah per tahun.

    Tentu sebagai anak, Anda tak ingin semakin membebankan orang tua dengan biaya hidup yang tak kalah besar, bukan? Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencari penghasilan sendiri guna memenuhi kebutuhan harian. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan uang saat berada di negara paman Sam itu.

    Pertama, seorang lulusan Social Policy dari Universitas Brandeis di Massachusetts, Amerika Serikat, Dinar Dana Kharisma menyarankan agar setiap mahasiswa mendaftar bekerja di dalam kampus. “Banyak sekali mahasiswa Indonesia yang bekerja sebagai asisten dosen, asisten penelitian atau membantu arsip di perpustakaan. Ini bisa dicoba,” katanya saat ditemui dalam acara EducationUSA Indonesia Fair di Jakarta pada Sabtu, 15 Februari 2020.

    Selanjutnya, membuka garage sale alias menjual barang di halaman rumah juga disarankan Dinar. Kegiatan ini khusus ditujukan bagi mereka yang sudah berkuliah selama beberapa tahun. Sebab, akan banyak sekali buku dan peralatan lain yang tak terpakai. “Kita bisa mendapat uang tambahan dengan buka garage sale. Jual saja buku-buku semester lalu atau pakaian lama yang sudah tidak terpakai karena tidak mungkin kita bawa pulang semua ke Indonesia,” katanya.

    Lalu, bisakah bekerja di restoran atau kafe? Sayangnya hal ini tak bisa Anda lakukan jika status Anda adalah mahasiswa. Dinar menjelaskan bahwa ada visa tersendiri yang memang disediakan untuk bekerja sehingga mahasiswa tak diperbolehkan mencari keuntungan di luar kampus. “Beda ya dari negara lain misalnya Australia masih boleh bekerja di luar. Kalau Amerika paling kalau kerja di dalam universitas saja,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.