Tak Ingin Berat Badan Naik, Hindari Makanan Ini Pukul 16.00

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi roti. Tabloidbintang

    Ilustrasi roti. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi setelah pukul 16.00 jika tak ingin berat badan naik. Apa saja? Berikut empat di antaranya seperti dilansir Medical Daily:

    1. Roti
    Roti terbuat dari biji-bijian olahan dan karbohidrat olahan, namun seratnya rendah sehingga tak efektif mengisi perut Anda. Yang terjadi biasanya, Anda akan makan roti secara tidak teratur yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    2. Es krim
    Es krim mengandung karbohidrat, dan makan banyak karbohidrat olahan menghasilkan penumpukan lemak perut, menurut ahli diet terdaftar Edwina Clark. Es krim memang bisa menjadi camilan sore, namun jika Anda tak ingin lingkar perut membesar sebaiknya pertimbangkan tidak mengonsumsinya lagi pada sore hari.

    3. Permen batangan
    Menjadikan permen sebagai camilan bukan pilihan yang baik jika Anda ingin menurunkan berat badan. Porsi kecil bahan makanan tidak berarti mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit. Anda mungkin makan lebih banyak daripada yang seharusnya, dan jika Anda ingin menghindari lemak, berhentilah mengonsumsi makanan manis ini.

    4. Keripik kentang
    Camilan yang populer sebagai teman menonton film ini sebaiknya jangan dikonsumsi setelah jam 16.00. Laman Livestrong mencatat, mengonsumsi makanan berlemak, seperti keripik, dan makanan yang digoreng adalah bentuk diet yang tidak sehat dan membuat berat badan Anda bertambah.

    Keripik kentang mengandung sedikit serat, protein, dan tinggi garam. Asupan garam yang berlebihan umumnya berbahaya bagi kesehatan, dua di antaranya memicu penyakit jantung dan peningkatan tekanan darah.

    Meskipun sangat penting untuk membatasi diri dari makanan tertentu untuk menurunkan berat badan, penting juga untuk makan makanan yang tidak diproses.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.