Badan Sakit, atau Suka Keseleo Setelah Olahraga? Ini Masalahnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda pernah merasa badan sakit, lelah, keseleo, nyeri atau pusing setelah melakukan olahraga? Jika ya, Anda tentu berpikir bahwa itu disebabkan oleh aktivitas fisik yang baru Anda jalani. Ternyata, hal tersebut tidak benar.

    Dokter spesialis olahraga Michael Triangto mengatakan bahwa semua jenis olahraga tidak ada yang menyebabkan penyakit. “Tujuan dari olahraga adalah kebugaran dan kesehatan fisik secara keseluruhan jadi tidak mungkin membuat sakit,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Rabu, 19 Februari 2020.

    Adapun penyebab lain yang menurut Michael membuat orang merasa sakit setelah berolahraga. Salah satu diantaranya adalah intensitas olahraga yang berlebihan. Ia mengatakan bahwa setiap orang memiliki batasannya masing-masing dalam bergerak. “Banyak orang lupa untuk berhenti karena terlalu asyik berolahraga,” katanya.

    Penyebab lain dari badan yang sakit itu adalah lupanya seseorang untuk melakukan pemanasan dan pendinginan. Michael menjelaskan bahwa pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan sebelum olahraga bertujuan untuk merilekskan otot dan pergelangan tubuh. “Kalau kita tidak melakukannya, otot masih kaku tapi dipaksa bekerja keras sehingga bisa menyebabkan cedera,” katanya.

    Terakhir, penggunaan peralatan olahraga yang tidak benar bisa membuat orang sakit. Menurut Michael, setiap aksesoris dibuat untuk tujuan kesehatan sehingga harus ditaati dengan benar. “Misalnya keseleo karena tidak pakai sepatu olahraga atau luka karena tidak pakai pelindung tangan saat boxing. Kita harus sesuaikan karena semua ada manfaatnya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.