Dokter Ungkap Penyebab Serangan Jantung meski Rutin Olahraga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Porto, Iker Casillas saat berada di rumah sakit CUF pada 1 Mei 2019. Casillas dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung saat mengikuti sesi latihan. Instagram/@ikercasillas

    Kiper Porto, Iker Casillas saat berada di rumah sakit CUF pada 1 Mei 2019. Casillas dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung saat mengikuti sesi latihan. Instagram/@ikercasillas

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor dan model Ashraf Sinclair meninggal dunia pada Selasa, 18 Februari 2020, karena serangan jantung. Padahal, ia dikenal rutin beraktivitas fisik.

    Tak hanya Ashraf, beberapa orang ternama, antara lain Adjie Massaid dan kiper asal Spanyol, Iker Casillas, juga diketahui terkena serangan serupa (Casillas selamat), padahal mereka rajin beraktivitas fisik. Berkaitan dengan hal ini, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Premier Bintaro, Hario Tilarso, mengatakan latihan fisik sebenarnya jarang berakibat fatal pada kesehatan seseorang, seperti serangan jantung, kecuali ia punya kelainan jantung.

    "Latihan yang berat jarang bisa fatal, kecuali yang bersangkutan punya kelainan jantung. Yang bisa menentukan penyebab kematian adalah autopsi," katanya.

    Serangan jantung, seperti dilansir dari Mayo Clinic, terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan paling sering karena penumpukan lemak, kolesterol, dan zat-zat lain, yang membentuk plak di arteri koroner.

    Kurangnya ativitas fisik dan gaya hidup tak sehat lain, macam merokok, bisa menjadi faktor risiko seseorang mengalami serangan jantung. Namun, jika dua faktor risiko itu tak ada, masih ada faktor lain, yakni riwayat keluarga (orang tua, kakek, atau nenek) mengalami serangan jantung dan stres.

    Di sisi lain, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan, yakni DVT atau deep vein thrombosis. Kondisi ini terjadi akibat vena bagian dalam tungkai dan panggul mengalami pembekuan darah, menghambat atau mengganggu aliran darah di vena. DVT salah satunya bisa dialami pada orang yang duduk terlalu lama, misalnya di pesawat saat menjalani perjalanan jauh.

    Ashraf diketahui beberapa waktu lalu bepergian ke Amerika Serikat bersama istrinya, Bunga Citra Lestari (BCL), untuk menghadiri pagelaran New York Fashion Week 2020. Dia dan BCL pulang ke Indonesia pada 15 Februari 2020.

    "Yang bersangkutan baru pulang dari Amerika (lebih dari 12 jam terbang). Duduk lama di pesawat dapat terjadi DVT, terbentuknya gumpalan darah yang bisa menyebabkan sumbatan pembuluh darah," tutur Hario.

    Laman Healthline menyebut, DVT mungkin tidak bergejala, tetapi pada beberapa kasus, penderita bisa mengalami pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki, kram, dan ada bagian kulit yang berubah pucat atau berubah menjadi warna kemerahan atau kebiruan.

    Untuk mencegah DVT, terutama saat melakukan perjalanan jauh, orang-orang perlu memenuhi asupan cairan, menggunakan pakaian yang longgar, dan bergerak setidaknya setiap 90 menit agar aliran darah tak terhambat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.