Tips Aman Olahraga buat Jantung dari Dokter

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan kaki. Telegraph.co.uk

    Ilustrasi jalan kaki. Telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Premier Bintaro, Hario Tilarso, mengatakan sebelum beraktivitas fisik, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan resep latihan yang sesuai kondisi. Namun, sebenarnya ada jenis aktivitas yang sifatnya relatif aman untuk semua orang, yakni berjalan kaki, karena sifatnya terus menerus dan cenderung tidak ada gerakan yang tiba-tiba.

    Durasi aktivitas fisik yang disarankan untuk orang berusia 18-64 tahun yakni selama 150 menit setiap minggu. Rinciannya, kegiatan itu dilakukan selama 30 menit dalam lima kali sepekan.

    Untuk anak berusia 5-17 tahun, latihan fisik dengan intensitas sedang dan tinggi dianjurkan selama 60 menit selama satu hari. Latihan fisik itu mengacu pada kegiatan aerobik, termasuk bermain yang meliputi gerak olah tubuh.

    Sementara, seseorang berusia di atas 64 tahun dapat melakukan olahraga dengan durasi seperti mereka yang berusia 18-64 tahun. Hanya saja, para lansia yang melakukan kegiatan olahraga harus menyesuaikan dengan kondisi tubuh.

    "Berlatih sesuai kemampuan, latihan tetap dilakukan usia berapa pun, sesuaikan beban latihan dengan usia dan kondisi," tutur Hario.

    Serangan jantung yang dialami aktor Ashraf Sinclair, yang rajin berolahraga, membuat orang pun menyadari masalah serupa bisa menyerang siapa saja, termasuk yang rajin beraktivitas fisik sekalipun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.