Cegah Anak Terkena Virus Corona, Jangan Fokus Hanya Gizi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona alias Covid-19 masih menjadi perbincangan publik. Masih ribuan orang terkena wabah itu. Salah satu risiko terbesar pun bisa menimpa anak-anak. Anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna sehingga rentan terpapar Covid-19.

    Meski virus tersebut belum mencapai Indonesia, orang tua tentu harus mempersiapkan anak-anak dengan daya tahan tubuh kuat sehingga dapat melawan Covid-19. Ini beberapa tips yang dibagikan oleh dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Bambang Supriyanto untuk meningkatkan imunitas tubuh khusus anak.

    Pertama, Bambang mengimbau agar orang tua memperhatikan asupan gizi anak. Makanan di sini bukan porsinya yang besar, namun beragam. Ini meliputi buah, sayur, karbohidrat, protein, lemak dan susu. “Makanan yang bergizi bisa meningkatkan prajurit tubuh untuk melawan penyakit,” katanya dalam acara Media Briefing di Jakarta pada Rabu, 19 Februari 2020.

    Bambang juga menyarankan anak-anak tidur di waktu yang tepat. Dalam artian, anak jangan diperbolehkan begadang atau terjaga hingga larut malam. Sebab menurutnya, istirahat yang cukup bisa membantu proses detoksifikasi alami pada tubuh si kecil. “Anak harus tidur delapan jam sehari agar racun-racun di dalam tubuh dimatikan,” katanya.

    Melakukan imunisasi lengkap sejak kecil juga penting. Imunisasi lengkap tersebut termasuk BCG, polio, HIV, campak, hepatitis, DPT, HIB dan influenza. Tentunya ini bisa melindungi diri dari penyakit. “Memang tidak bisa dijaga 100 persen. Tapi kalaupun kena, dampaknya tidak akan separah orang yang tidak imunisasi lengkap,” katanya.

    Terakhir, menghindari kunjungan ke negara yang sedang terinfeksi corona juga wajib dilakukan. Khususnya Cina yang memiliki angka penderita corona terbanyak, Bambang mengimbau agar jangan melakukan kunjungan ke sana dulu. “Sepenting apa harus ke luar negeri? Kalau tidak perlu, sebaiknya tidak usah dulu,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.